Siapkan Aktivitas Dimasa Pensiun, Budiharto Buka Bisnis Kuliner

oleh

Agaknya bisnis kuliner di kota yang tengah berkembang seperti Sintang ini masih menjadi lirikan banyak orang. Termasuk para PNS apalagi yang akan memasuki masa pension. Seperti yang dilakukan Budiharto, sekretaris dinas perhubungan Sintang. <p style="text-align: justify;">“Nampaknya masih sangat menjanjikan. Soalnya kalau namanya makanan, semua orang pasti perlu. Apalagi kalau cocok di lidah, biasanya pasti akan selalu di cari,”ungkapnya usai launching perdana usaha kulinernya yang diberi nama Pondok Ladang.<br /><br />Pondok Ladang terletak di tempat yang strategis. Hanya berjarak kurang lebih 100 meter dari kawasan Simpang Lima. Tepatnya berada di Jln.Darma Putra. Selain terletak di lokasi yang strategis, suasanya juga terkesan lebih tenang dan tidak terlalu bising oleh suara kendaraan yang lalu lalang. <br /><br />“Kami menyajikan menu yang memanng sesuai dengan lidah orang Kalimantan pada umumnya. Terutama untuk masakan-masakan khas Melayu,”ujar pria yang akrab di sapa Budi ini. <br /><br />Aneka minuman dan makanan siap saji akan menjadi menu utama pilihan pengunjung yang datang ke Pondok Ladang ini. Mulai dari ayam kremes, ayam penyet, bebek goreng spesial, serta aneka pangan berbahan seafood. Sedangkan masakan khas Melayu, yang akan menjadi pilihan utama antara lain Asam pedas aneka ikan sungai, sambal ikan salai dan jenis olahan masakan lainnya. <br /><br />“Kami buka mulai pukul 06.00 pagi hari, jadi menu yang kita sajikan juga menu untuk sarapan pagi. Ada bubur ayam, ada lontong ayur dan ada juga somay,”tambahnya.<br />Masalah harga, menurutnya tak jauh beda dengan kebanyakan resto yang telah ada di Sintang. “Yang jelas masih terjangkau oleh kocek wartawan,”ujarnya sambil tertawa. <br /><br />Ditambahkan oleh sang istri Hj.Elita Budiharto yang akan langsung mengelola usaha kuliner tersebut, bahwa pihaknya juga melayani pesanan atau chatering.<br /><br />“Yang mau chatering, silahkan saja langsung datang atau mengontak melalui telpon,”ujarnya.<br />Dituturkanya usaha kulliner ini memang disiapkan khusus untuk aktivitas setelah suaminya pension yang hanya tinggal beberapa tahun lagi. Sambil mengurus usaha yang memang terletak didepan rumahnya, ia dan suaminya tetap akan bisa memberikan perhatian kepada anak-anak mereka yang terus beranjak dewasa.<strong> (ast)</strong></p>