Siapkan Operasi Bibir Sumbing Gratis

oleh

Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang sedang menyiapkan operasi bibir sumbing gratis untuk 50 orang penderita yang rencananya akan dilaksanakan pada 15 Juli 2011 mendatang. <p style="text-align: justify;">Demikian disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang, Marcus Gatot Budi Prihono kepada wartawan, Jumat (8/7) di Sintang.<br /><br />“Kebetulan ada Yayasan Pembina Penderita Celah Bibir dan Langit-langit dari bandung yang mengajak kita bekerjasama untuk membantu penderita bibir sumbing di Sintang,” kata Marcus.<br /><br />Ia mengatakan yayasan itu adalah semacam perkumpulan spesialis bedah mulut non profit yang ditujukan untuk membantu penderita bibir sumbing di Indonesia yang tidak mampu untuk menjalani operasi.<br /><br />“Untuk mencari calon pasien yang akan dioperasi gratis, kami sudah sampaikan ini ke semua puskesmas di Sintang,” ucapnya.<br />Menurutnya, calon pasien yang akan dioperasi dibatasi sampai 50 orang dan saat ini yang sudah terdaftar baru mencapai 25 orang.<br /><br />“Harapan kami kalau masih ada yang belum mendaftar bisa menghubungi puskesmas terdekat atau langsung ke Dinas Kesehatan,” kata dia.<br /><br />Menurutnya, untuk semua biaya pengobatan dilaksanakan gratis tanpa dipungut biaya apapun kecuali ongkos transport dari desa ke Rumah Sakit Umum Daerah Ade M Djoen, tempat operasi dilaksanakan.<br /><br />“Persyaratan umur tidak dibatasi, minimal usia 3 bulan bisa didaftarkan untuk operasi ini, rencananya operasi akan dilaksanakan tiga orang spesialis bedah mulut dari luar Sintang ditambah satu orang spesialis bedah mulut kita,” tukasnya.<br /><br />Labioschisis atau biasa disebut bibir sumbing adalah cacat bawaan yang menjadi masalah tersendiri di masyarakat terutama bagi yang ekonominya lemah karena waktu ideal untuk operasi menutup bibir sumbing adalah 10 minggu atau sekitar 3 bulan.<br /><br />“Banyak faktor yang mempengaruhi bibir sumbing ini terjadi diantaranya asupan obat atau amu ketika masa kehamilan, usia tiga bulan itu memungkinkan perbaikan tumbuh kembang anak penderita celah bibir dan langit-langit apalagi berkaitan dengan psikologis saat dewasa nanti ketika penderita terlambat ditangani,” ucapnya. <strong>(phs)</strong></p>