SID wujud Otonomi Desa

oleh

Sistem Informasi Desa atau SID, sebuah platform teknologi informasi komunikasi untuk mendukung pengelolaan sumber daya komunitas di tingkat desa. Desa punya otonomi dalam membangun dan menjalankan SID. Demikian ditegaskan pembicara Workshop Membangun Sistem Informasi Desa yang digelar PWM, Aceng Mukaram. <p style="text-align: justify;">“Inisiatif SID ini bersifat terbuka. Bagi siapa saja yang akan bergabung dalam gerakan membangun kemandirian komunitas atau desa. Meskipun secara teknis SID belum mempunyai payung hukum, tetapi desa mempunyai otonomi dalam membangun dan menjalankan SID sebagaimana yang dituangkan dalam undang-undang desa,” kata Aceng.<br /><br />Kata Aceng, SID salah satu bentuk emansipasi lokal yang tidak hanya bermanfaat bagi desa tetapi juga bermanfaat bagi masyarakat dan juga bagi negara. Negara  dalam hal ini pemerintah pusat, kementerian, parlemen, BPS, kejaksaaan, pengadilan, tentara, polisi, perbankan, pemerintah daerah, dan sebagainya) tidak boleh melarang atau menyebut “subversif” terhadap karya-karya desa, termasuk SID. Melainkan, tegas Aceng negara harus memberikan pengakuan dan penghormatan. <br /><br />“SID itu sebagai karya desa itu sebaiknya dikodifikasi menjadi salah satu kewenangan lokal desa. Selama beberapa tahun terakhir menyaksikan hingar-bingar kehadiran profil desa dan SID,” ulasnya. <br /><br />Terkait dengan propil desa, papar Aceng,  merupakan evolusi dari monografi desa. Pemerintah, terutama Kementerian Dalam Negeri, memberi amanat kepada desa untuk menyusun propil desa sebagai basis untuk penyusunan perencanaan desa dan pelayanan administratif kepada warga desa.<br /><br />Seraya menegaskan, para pejabat Ditjen PMD Kemendagri selalu mengajarkan kepada kepala desa agar menguasai betul data yang akurat tentang wilayah, aset desa dan penduduk desa. Data diharapkan menjadi pijakan penting bagi kepala desa untuk mengambil keputusan secara tepat dalam pembangunan desa.<br /><br />“Data-data yang  ada ada dalam propil desa ini mestinya dimasukan dalam sebuah perangkat SID. Misalnya propil desa ini masuk dalam website yang dikelola oleh pemerintah desa,” pungkasnya. (KN)</p>