Sidak Anggota DPRD Dihalangi Petugas SPBE

oleh
oleh

Anggota Komisi I DPRD Kabupaten Kubu Raya Kalbar yang sedang melakukan inspeksi mendadak dihalang-halangi oleh petugas SPBE Kecamatan Sungai Ambawang yang saat ini tidak lagi beroperasi. <p style="text-align: justify;">"Kami tidak diperbolehkan masuk ke SPBE itu dengan alasan yang punya tidak berada di tempat, padahal sidak ini kami lakukan untuk mengetahui permasalahan yang berada di SPBE itu. Namun pihak SPBE tidak memperkenankan anggota DPRD masuk ke lokasi. Kami juga ingin melihat perizinan yang SPBE," kata Ketua Komisi I DPRD Kubu Raya, Lendeng Syahrani di Sungai Raya, Rabu.<br /><br />Dia menjelaskan, berdasarkan keterangan yang diberikan oleh masyarakat setempat, SPBE itu belakangan ini sudah tidak lagi beroperasi sehingga masyarakat Sungai Ambawang mengalami kesulitan dalam mendapatkan gas untuk keperluan sehari-hari.<br /><br />Di tempat yang sama, Sekretaris Komisi I DPRD Kubu Raya, Ali Amin mengatakan, pihaknya kecewa dengan tidak diperkenankan masuk untuk mengetahui permasalahan yang berada di SPBE tersebut. Namun pihaknya terus melakukan pemantauan terhadap permasalahan yang berada di SPBE.<br /><br />"Kami datang itu untuk mencari tahu permasalahannya karena yang kita tahu SPBE tutup karena permasalahan sengketa lahan, sehingga SPBE tidak beroperasi. Ke depannya, kami akan memanggil BPN Kubu Raya untuk menanyakan permasalahan tersebut," tuturnya.<br /><br />Berdasarkan informasi yang didapat Komisi I DPRD Kubu Raya, SPBE itu masih mengalami permasalahan sengketa lahan antara Jo Feng Sia dengan Lim Budiono. Dengan niat mencari solusi dari permasalahan itu, kedatangan anggota DPRD ke lokasi justru mendapat sambutan tidak baik dari petugas penjagaan.<br /><br />"Saya tidak bisa membukakan pintu karena harus ada izin dari pemilik," kata Yanto petugas penjagaan SPBE Sungai Ambawang.<br /><br />Dijelaskan Yanto kepada anggota Komisi I, ia tidak dapat mempersilakan anggota DPRD serta siapa pun yang datang tanpa ada pemberitahuan dan permintaan izin masuk tiga hari sebelum kedatangan. Saat anggota DPRD meminta kontak pihak perusahaan yang dapat dihubungi dan bertanggung jawab atas SPBE itu, ia juga enggan memberikan nomor kontak dengan alasan juga tak berani memberikan nomor telepon tanpa sepengetahuan pemilik.<br /><br />"Nomor pemiliknya tidak aktif, saya tidak bisa memberikan tanpa izin dari pemilik," tuturnya.<br /><br />Mendengar jawaban petugas itu, rombongan anggota dewan Kubu Raya langsung meninggalkan lokasi dan melanjutkan ke Kantor Camat Sungai Ambawang untuk menanyakan tentang permasalahan yang berada di SPBE. Namun Camat Sungai Ambawang mengaku juga tidak mengetahui tentang perizinan maupun permasalahan yang berada di SPBE.<br /><br />"Kita yang dari Camat saja susah mau masuk ke dalam dan yang jelas selama ini mereka tidak pernah melaporkan ke pihak kami terkait pembangunan itu. Meskipun langsung mengurus ke atasan, seharusnya memberitahu ke kita, terutama masalah amdalnya," kata Camat Sungai Ambawang, Mumammad Jaini. (das/ant)</p>