Sikapi Masalah TBS Tak Ditampung PT SDK TP3K Segera Laksanakan Pertemuan

oleh

Ketua Harian Tim Pembina dan Pengembangan Perkebunan (TP3K) Kabupaten Sintang, Elisa Gultom menyatakan akan segera melaksanakan pertemuan menyikapi tidak tertampungnya buah sawit milik petani yang berada di wilayah investasi PT Sinar Dinamika Kapuas. <p style="text-align: justify;">“Saya sudah dapat laporan dari Kepala Bidang Perkebunan dan rencananya pecan depan kami akan melaksanakan pertemuan khusus membahas masalah itu,” ujarnya kepada kalimantan-news.com, Kamis (27/09/2012).<br /><br />Menurut dia, untuk di Sintang hanya ada satu pabrik yang operasional yang juga masih satu group dengan PT SDK yakni milik PT Bonti.<br /><br />“Kalau yangd I batu buil itu wilayah Melawi, memang buah dari kebun PT SDK yang ada di Sintang masuk kesana,” ujarnya.<br /><br />Dia menilai kondisi itu memang harus segera diambil langkah untuk solusi agar petani bisa menjual hasil panennya dengan harga layak.<br /><br />"Kalau harus mengantre lama tentunya kualitas berkurang dan harga bisa murah, makanya kami akan segera agendakan pertemuan khusus untuk itu,” tegasnya.<br /><br />Dia melihat untuk saat ini kapasitas daya tamping pabrik yang ada kurang memadai jika melihat mulai meningkatkan produksi tanda buah segar (TBS) kelapa sawit.<br /><br />“Semestinya sejak awal perusahaan memperhitungkan itu karena semakin lama maka semakin tinggi produksinya,” kata dia.<br /><br />Tetapi kata dia kedepan sudah ada beberapa perusahaan yang akan membangun pabrik diantaranya PT SAM dan PT CKS.<br /><br />“Mereka sudah ada rencana, beberapa perusahaan lain juga akan menyusul, tapi memang untuk pabrik di Sintang ini memang perlu ditambah karena produksi akan terus bertambah,” tukasnya.<br /><br />Sebelumnya, anggota DPRD Sintang, Usmandy S menyampaikan informasi dari petani sawit di wilayah PT SDK bahwa sudah dua bulan pabrik pengolahan kelapa sawit milik PT SDK di Batu Buil tidak bisa menampung sepenuhnya produksi warga yang notabene adalah petani plasma perusahaan.<br /><br />“Warga resah karena buah tidak terpampung, makanya kita minta pemerintah segera menyikapinya, bahkan Melawi sudah cepat merespon keluhan warga karena kebun petani di PT SDK juga tersebar di wilayah Melawi,” katanya.<br /><br />Dia melihat dengan pertambahan produksi sawit perusahaan dan plasma setiap tahunnya, belum lagi kebun mandiri yang dibangun warga di Sintang, sudah saatnya pemerintah daerah berpikir untuk membuat Badan Usaha Milik Daerah yang khusus mengelola pabrik sawit.<br /><br />“Ini saran dari saya karena melihat produktivitas sawit semakin meningkat, saya piker jika pemerintah membangun pabrik sawit maka akan sangat menguntungkan dan memberikan nilai tambah bagi pendapatan daerah yang dapat digunakan untuk mendukung proses pembangunan,” sarannya. <strong>(phs)</strong></p>