Sejumlah tokoh agama kabupaten Sintang meminta agar ummat Islam dan warga kabupaten Sintang tetap menjaga situasi agar tetap kondusif pasca aksi blokir jalan yang dilakukan massa FKPD di lintas jalan Sintang-Pontianak tepatnya di desa Gernis pada Minggu (11/03/2012) lalu. <p style="text-align: justify;">Saat ditemui di aula kantor kementrian agama pasca rapat panitia musyawarah daerah majelis ulama Indonesia (MUI) kabupaten Sintang, sejumlah tokoh agama Islam yang hadir menyatakan perlu meluruskan informasi yang berkembang di masyarakat yang berimbas pada aksi blokir jalan.<br /> <br />“Sampai hari ini, tidak ada ormas Islam di Sintang ini yang menyatakan mengundang Habib Rizieq, baik untuk memberikan tausiyah ataupun untuk kegiatan organisasi yang dipimpinnya. Karena memang sampai saat ini, tidak ada FPI di Sintang,”ungkap ketua MUI Sintang H.Niam Musni. <br /><br />Hal ini dibenarkan pula oleh sejumlah ketua ormas Islam yang hadir dan mengikuti rapat di aula Kemenag Sintang. <br /><br />“Kita menghimbau agar masyarakat tetap menjaga kerukunan, jangan sampai terpancing oleh informasi yang tidak jelas asal-usulunya. Mari kita tetap menjaga situasi dan kondisi yang aman dan harmonis di daerah ini tetap terjaga,”serunya. <br /><br />Harus diakui bahwa jelang pelaksanaan pemilihan gubernur pada September mendatang, banyak isu-isu aneh yang berkembang. Jika masyarakat tidak selektif dan hanya menelan begitu saja kabar yang diterimanya, tidak menutup kemungkinan akan menimbulkan masalah atau bahkan konflik. <strong>(*)</strong></p>















