Sikapi Perkebunan Sawit dengan Bijaksana

oleh

Bupati Sekadau Simon Petrus mengakui tanaman sawit menjadi komoditas andalan di wilayahnya. Perkebunan sawit sudah bertahun-tahun hadir di Bumi Lawang Kuari. <p style="text-align: justify;">Hal itu sudah menjadi kenyataan dan bagian dari masyarakat. Karena itu, masyarakat diharapkan untuk bijaksana menghadapi kondisi tersebut. Mengingat, sawit juga memiliki banyak dampak terutama perubahan pola hidup di areal perkebunan sawit. <br /><br />“Jangan sampai ditinggalkan pembangunan,” cetus dia.<br /><br />Lebih jauh, Bupati memotivasi petani sawit untuk mempergunakan kebunnya demi kemajuan pendidikan anak-anak. Asset itu bila dikelola dengan baik menjadi sumber penghasilan keluarga. <br /><br />“Anak disekolahkan dan jangan disia-siakan,” sebutnya.<br /><br />Sementara itu, mantan Ketua Serikat Petani Kelapa Sawit Sekadau L Juki mengatakan masih banyak infrastruktur di areal perkebunan sawit yang kondisinya memprihatinkan. Ia berharap pemerintah dan perusahaan mau mempercepat perbaikan infrastruktur tersebut demi kemajuan petani sawit. <br /><br />“Petani sawit masih hidup pas-pasan di Sekadau,” ungkap dia. <br /><br />Ditemui di SPVI Desa Nanga Menterap, beberapa petani sawit yang memiliki dua hectare lahan mengaku harus memiliki usaha lain untuk memenuhi biaya keluarga. Bergantung kepada lahan sawit adalah suatu kemustahilan. <br /><br />“Sawit hanya untuk tambahan penghasilan,” beber mereka.<strong> (phs)</strong></p>