Silaturahmi Tokoh Dayak Se Kalimantan Di Samarinda

oleh

Ribuan tokoh Suku Dayak se-Kalimantan berkumpul di Stadion Madya Sempaja Samarinda Kalimantan Timur pada 14-15 Oktober 2011.Perhelatan ini menjadi ajang silaturahmi dan dialog sesama tokoh Dayak pertama kali diadakan sejak Indonesia Merdeka. Kegiatan yang dimotori oleh Persatuan Dayak Kalimantan Timur (PDKT) yang dipimpin oleg DR. Drs. Martin Billa, MM dibuka langsung oleh Gubernur Kaltim DR.H. Awang Faroek Ishak. <p>Ketua Persatuan Dayak Kalimantan Timur (PDKT) DR. Drs. Martin Billa, MM menuturkan bahwa organisasinya sebagai penggagas pertama silaturahmi terbesar tokoh Dayak tersebut. “kami merasa perlu mengumpulkan lebih banyak tokoh Dayak yang ada di Kalimantan dengan maksud menjalin silaturahmi, saling mengenal dan mengakrabkan tokoh Dayak, menjaga komitmen akan Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan membangun bumi Kalimantan bersama elemen masyarakat lain” jelas Martin Billa.</p> <p>“kegiatan ini juga untuk menghimpun masukan dan usulan bagi pembangunan Kalimantan melalui diskusi, dialog dan bertukar pengalaman mengingat banyaknya tantangan untuk membangun Kalimantan ini. Kita akan mengevaluasi peran serta masyarakat Dayak dalam pembangunan nasional. Sebagai masyarakat Dayak, kita juga akan memikirkan hak dan kewajiban masyarakat Dayak dan mengupayakan pemberdayaan masyarakat Dayak” tambah Martin Billa.</p> <p>Ketua Panitia Silaturahmi Tokoh Dayak Se-Kalimantan Drs. Jhonny Laing Impang, M. Si menjelaskan bahwa kegiatan tersebut dihadiri oleh 1500 orang tokoh Dayak yang terdiri dari 1000 orang tokoh Dayak di Kaltim, 150 dari Kalbar, 300 dari Kalteng, 80 orang dari Kalsel dan 20 orang dari Jakarta. “1550 orang tersebut merupakan tokoh adat, tokoh masyarakat, pimpinan organisasi, para panglima dari berbagai sub suku Dayak di Kalimantan. kita berharap kegiatan silaturahmi ini mampu menjalin tali persaudaraan semua tokoh Dayak di Kalimantan sehingga Bumi Kalimantan bisa tetap kondusif dan pembangunan bisa berjalan dengan baik” jelas Drs. Jhonny Laing Impang, M. Si.</p> <p>Sementara Gubernu Kalimantan Timur DR. H. Awang Faroek Ishak menyambut  baik kegiatan silaturahmi tokoh Dayak se Kalimantan tersebut guna memperkokoh persatuan dan kesatuan tokoh Dayak di Kalimantan dalam rangka mensukseskan pembangunan nasional. berharap semua tokoh Dayak di Kalimantan hendaknya menjadi panutan, membimbing masyarakat serta berperan dalam menjaga hubungan yang baik dan harmonis ditengah masyarakat, bersama-sama mencegah terjadinya pertentangan, menumbuhkan rasa solidaritas, toleransi antar umat beragama dan menjaga budaya gotong royong sehingga terwujud masyarakat yang tertib dan damai.</p> <p>Menginventarisasi kekayaan seni budaya dan kearifan lokal lalu dilestarikan, dijaga dan dikembangkan. Ladang berpindah itu tidak merusak hutan, yang justru merusak hutan ialah para pengusaha yang membawa puluhan traktor dan meratakan ratusan ribu hektar lahan untuk perkebunan.</p> <p>Kerjasama yang baik antar tokoh Dayak serta masyarakat lainnya di Kalimantan sehingga kita bisa mewujudkan Kalimantan yang lebih maju dan tetap damai. Otonomi daerah dan demokratisasi yang sedang terjadi saat ini hendaknya dimanfaatkan dengan baik untuk semakin mempertajam peranan masyarakat Dayak dalam pembangunan nasional dengan menjadi pemimpin atau kepala daerah.</p> <p>Masih banyak investor yang belum mengelola investasinya dengan baik dan belum memberikan manfaat yang baik bagi masyarakat. Di Kalimantan juga banyak daerah aliran sungai (DAS) yang mengalami kerusakan sangat parah. Perkebunan dan pertambangan yang merusak lingkungan harus dihentikan operasinya dan cabut ijinnya.</p> <p>Kekayaan seni budaya harus dijaga. Pendatang di Kalimantan harus menghormati adat dan budaya setempat karena dimana bumi dipijak disitu langit dijunjung serta penduduk asli juga menghargai budaya masyarakat pendatang.</p> <p>Gubernur Kaltim juga memimpin seluruh peserta untuk meneriakan yel-yel Hidup Dayak, Dayak is the best dan membangun Kalimantan untuk semua. Kami 4 gubernur di Kalimantan yang tergabung dalam Forum Koridor Kalimantan sudah membuat rencana strategis pembangunan Pulau Kalimantan, dan Renstra tersebut saat ini sudah ada di tangan Presiden Susilo Bambang Yudoyono. Kalimantan masih banyak masalah dan tantangan diantaranya kebodohan, kemiskinan, kerusakan lingkungan, pengangguran, dan terbatasnya infrastruktur dasar. Saya mengajak seluruh masyarakat Kalimantan untuk bersama-sama menegakan disiplin, hukum dan hak asasi manusia.</p> <p>Penasihat Dewan Adat Dayak Kaltim Drs Yurnalis Ngayoh Msi menambahkan, kedepannya masyarakat dayak bisa menyatu. "Membangun persaudaran yang lebih kuat lagi untuk pembangunan merupakan hal yang harus dilakukan. Karena jika tidak kuat, pembangunan sulit tercapai dan lemah sehingga pencapaian maksimal sulit terwujud," tuturnya.</p> <p>Selama kegiatan berlangsung seluruh tokoh Dayak mendapatkan pengarahan dari Walikota Samarinda Syaharie Jaang, pemaparan tentang Pengelolaan SDA dan Kearifan Lokal oleh Marthin Billa, pemaparan tentang Informasi dan Komunikasi oleh Yuandreas, Dipl, PSc, diskusi-diskusi serta pengarahan dari Ketua Majelis Adat Dayak Nasional Agustin Teras Narang.         </p> <p>Tokoh Dayak Propinsi Kalimantan Barat tampak hadir dalam acara akbar tersebut seperti Minsen SH, Yakobus Kumis, Agus Mulyana Wabup Kapuas Hulu, Ignasius Juan Wabup Sintang, AR Mecer, Y. Alemantara, Panglima Datok YP Lawai, Pastor Mateus Juli, Pr.</p>