Singkawang Barat Ikut Lomba KSI Tingkat Kalbar

oleh

Kehadiran Tim Penilai Kecamatan Sayang Ibu (KSI) Kalimantan Barat diharapkan semakin memotivasi pemerintah dan masyarakat Kota Singkawang, khususnya Kecamatan Singkawang Barat untuk melahirkan SDM yang berkualitas, mempunyai karakter yang baik dan berakhlak mulia. <p style="text-align: justify;"><br />"Gerakan sayang ibu merupakan gerakan bersama antara pemerintah dan masyarakat dalam menurunkan angka kematian ibu dan angka kematian bayi. Kita harapkan, Dinas Kesehatan melalui Puskesmas dan Puskeskel telah berbuat maksimal dalam pelayanan kesehatan ibu dan anak, sehingga beberapa tahun terakhir ini angka kematian ibu dan bayi menurun secara signifikan," kata Staf Ahli Wali Kota Singkawang Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Hery Yulianto saat mewakili Wali kota Singkawang pada acara penilaian Kecamatan Sayang Ibu (KSI) di Aula Puskesmas Singkawang Barat, Selasa.<br /><br />Dia mengungkapkan, tolok ukur kinerja pembangunan di bidang kesehatan adalah terciptanya kondisi kesehatan masyarakat yang tinggi melalui penilaian indikator yang salah satunya adalah angka kematian ibu dan angka kematian bayi.<br /><br />"Untuk terciptanya kondisi tersebut, maka di Kota Singkawang saat ini telah terdapat sembilan unit Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) dan tiga diantaranya merupakan Puskesmas rawat inap," tuturnya.<br /><br />Di tempat yang sama, perwakilan tim penilai Kecamatan Sayang Ibu (KSI) Provinsi Kalimantan Barat, Idil Fiaty mengatakan, kegiatan itu merupakan program Nasional yang bertujuan untuk meningkatkan sumber daya manusia yang berkualitas melalui berbagai kegiatan yang mempunyai dampak terhadap upaya penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB).<br /><br />"Hal ini kita lakukan bersama antara pemerintah dan masyarakat dimana dalam perjalanannya Gerakan Sayang Ibu (GSI) telah berhasil menurunkan jumlah kematian ibu dan bayi di beberapa daerah. Dalam pelaksanaan GSI, kecamatan merupakan lini terdepan untuk mensinergikan antara pendekatan lintas sektor dengan masyarakat dan melakukan pendekatan sosial budaya secara komprehensif, utamanya mempercepat penurunan AKI dan AKB," katanya.<br /><br />Untuk mendorong itu, lanjutnya, perlu dilaksanakan berbagai upaya termasuk penilaian GSI. Penilaian dilaksanakan, antara lain, untuk mengetahui keberhasilan pelaksanaan GSI terutama di tingkat kecamatan dengan adanya penilaian Kecamatan Sayang Ibu (KSI) diharapkan peran pembinaan dan fasilitas kabupaten/kota menjadi lebih optimal.<br /><br />Dengan lomba KSI itu, diharapkan dapat memberikan kontribusi melalui adanya data jumlah kematian ibu karena hamil, nifas serta data kematian bayi pada setiap daerah untuk menjadi bahan evaluasi sejauh mana tingkat keberhasilan pelaksanaan GSI di setiap daerah.<br /><br />"Sekaligus mengetahui berbagai hambatan dalam pelaksanaan GSI sehingga dapat dicarikan upaya untuk mengatasi hambatan-hambatan tersebut," katanya.(das/ant)</p>