Singkawang Siaga Pengurangan Dampak Bencana

oleh

Pemerintah Kota Singkawang siap menghadapi kemungkinan terjadinya bencana terutama yang disebabkan oleh alam seperti banjir, tanah longsor dan puting beliung. <p style="text-align: justify;">Menurut Asisten Pemerintahan Setda Kota Singkawang, Arman Suyono, Minggu, kalau melihat arti siaga artinya sebelum terjadi harus siap. "Dari informasi bahwa kejadian bencana selalu terlambat, setelah kejadian baru kerepotan," ujar dia.<br /><br />Ia mencontohkan kejadian di Banjarnegara saat tanah longsor. Presiden Joko Widodo langsung memerintahkan agar dipasang alat deteksi peringatan dini. Sementara pertanyaannya, mengapa tidak dari dulu padahal potensi longsor di Banjarnegara sangat tinggi.<br /><br />Sedangkan di Kota Singkawang, potensi bencana adalah kebakaran lahan. "Biasanya karena kelalaian, dengan membuang puntung rokok di hutan pada saat musim kemarau, sehingga memicu kebakaran lahan," katanya.<br /><br />Menurut Arman, di dalam Undang-Undang tentang Lingkungan Hidup, walaupun sengaja atau tidak sengaja sanksi yang didapat bagi orang yang membakar lahan ancamannya sangat berat. Pada tahun ini saja sudah beberapa kali terjadi kebakaran lahan di Kota Singkawang akibat dari kelalaian.<br /><br />Terkait dengan lingkungan, katanya, rumah sakit di Kota Singkawang penuh, karena banyak warga yang terserang Demam Berdarah Dengue (DBD), dan penyebabnya adalah nyamuk.<br /><br />"Yang menjadi pertanyaan dari kita, sudahkah lingkungan ini kita jaga, sehingga tidak menjadi tempat berkembang biak nyamuk yang menjadi penyebab penyakit yang mematikan tersebut," tanya dia.<br /><br />Secara keseluruhan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Singkawang menggelar apel kesiagaan pengurangan bencana banjir, tanah longsor, dan puting beliung, di halaman kantor Kecamatan Singkawang Utara, Jumat (19/12).<br /><br />Apel tersebut dihadiri oleh Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Kalbar TTA Nyarong, Asisten Pemerintahan Setda Kota Singkawang Arman Suyono, Kapolsek Singkawang Selatan, Danramil, Camat, para lurah.<br /><br />Sementara peserta apel terdiri dari BPBD, TNI, Polri, Basarnas, Pol PP, Tagana, organisasi peduli bencana, mahasiswa, serta para pelajar.<br /><br />Usai apel kesiagaan, BPBD Kalbar juga menyerahkan bantuan perahu karet sekaligus dengan mesinnya kepada BPBD Kota Singkawang. Bantuan itu diserahkan secara simbolis dari Kepala BNPB kepada Arman Suyono yang datang mewakili Wali Kota Singkawang.<br /><br />"Saya berharap bantuan yang diberikan ini di jaga dan dipelihara dengan sebaik-baiknya, serta dapat dipergunakan pada saat bencana banjir melanda di Kota Singkawang," kata Nyarong. (das/ant)</p>