Sintang Akan Miliki Rumah Adat Melayu

oleh

Etnis Melayu yang ada di Kabupaten Sintang akan segera mewujudkan keinginan memiliki Rumah Adat Melayu, sebagai simbol adat istiadat dan pusat kebudayaan melayu yang ada di Bumi Senentang ini. <p style="text-align: justify;">Diatas tanah seluas kurang lebih 6 ribu meter persegi, akan dibangun Rumah Adat Melayu dengan luas bangunan 3 ribu meter persegi.<br /><br />Menurut Ketua Lembaga Adat Melayu (LAM)Kabupaten Sintang,Jhoni Nurhaili, pembangunan Rumah Adat Melayu ini diperkirakan menelan dana Rp 5 miliar.<br /><br />"Kita perkirakan bangunan seluas 3 ribu meter persegi itu, nantinya akan menelan anggaran sebesar kurang lebih Rp 5 miliar," ungkapnya disela peletakan batu pertama.<br /><br />Banguan yang akan menjadi simbol budaya melayu Sintang ini akan terdiri dari ruang gedung utama,ruang pertemuan dan ruang-ruang yang lainya di mana dalam rumah tersebut akan tergambarkan suasana adat Melayu pada umumnya baik dari kulinernya maupun keseniannya.<br /><br />"Semua akan terekam dalam rumah adat yang akan kita bangun tahun depan," tambahnya.<br /><br />Sementara itu, Bupati Sintang Milton Crosby usai acara peletakan batu pertama pembangunan rumah adat melayu mengungkapkan dengan akan dibangunnya rumah adat melayu ini, akan menjadi khasanah yang tak ternilai dari keragaman etnis yang ada di Kabupaten Sintang.<br /><br />"Saya kira hal yang wajar untuk membangun rumah adat sebagai suatu jati diri budaya tertentu serta sebagai bukti keharmonisan dari keragaman etnis yang ada di daerah kita ini," ungkapnya<br /><br />Bahkan dirinya mengharapkan, Kabupaten Sintang dapat dijadikan contoh sebagai miniaturnya Indonesia yang bhinneka Tunggal Ika, dengan dapat dibangunnya rumah adat berbagai etnis suku yang ada di kabupaten Sintang.<br /><br />"Bisa saja kita bangun berbagai model rumah adat dari etnis yang ada di Sintang ini. Jika itu dapat dilakukan, maka melihat Indonesia hanya ada di Sintang ini,"ujar Milton <br /><br />Dirinya juga berharap, keberadaan dari suatu rumah adat tidak hanya dijadikan simbol semata, akan tetapi dapat difungsikan sebagaimana mestinya untuk mendidik generasi muda untuk lebih memahami, mengerti adat istiadat, serta mencintai budaya dan yang terpenting adalah menjiwai kebhinnekaan yang ada di Indonesia khususnya kabupaten Sintang.<br /><br />"Dengan demikian akan tercipta suatu harmonisasi dalam kehidupan masyarakat, sehingga tidak menciptakan blok ataupun ego diantara kebudayaan yang ada. Rumah Adat harus juga menjadi rumah pendidikan."pungkasnya. (*)</p>