Sintang Gelar Seni Budaya Multi Etnis Selama Dua Malam

oleh

Globalisasi saat ini merupakan ancaman terhadap eksistensi seni dan budaya lokal. Selain itu, globalisasi juga bisa menurunkan semangat kebersamaan, kekeluargaan dan solidaritas. Maka pagelaran seni dan budaya multi etnis ini salah satu upaya kita untuk membentengi masyarakat Kabupaten Sintang dari pengaruh globalisasi. Serta upaya kita meningkatkan kebersamaan serta memelihara, menjaga dan memperkuat seni dan budaya semua suku yang ada di Kabupaten Sintang. Hal tersebut disampaikan Bupati Sintang Drs. Milton Crosby, M. Si saat membuka malam pergelaran seni budaya multi etnis di Indoor Apang Semangai pada Jumat, 15 Nopember 2013. <p>“Kita semua adalah saudara. Bhineka Tunggal Ika adalah kekuatan kita untuk membangun Sintang. Pemkab Sintang saat ini sedang membangun Gedung Kesenian sebagai bentuk dukungan kami kepada tumbuh kembang seni budaya di Kabupaten Sintang. Saya mengajak seluruh kaum muda untuk mencintai seni dan budaya kita sebagai salah satu upaya kita membentuk karakteristik, moral dan identitas kita” ajak Bupati Sintang.</p> <p>Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sintang Drs. H. Senen Maryono, M. Si menyampaikan bahwa Pemkab Sintang akan terus mengembangkan dan membangun seni budaya semua suku yang ada di Kabupaten Sintang.</p> <p>"Seni budaya asal Sintang terus menujukan prestasi di tingkat propinsi kalimantan barat dan seringkali mewakili Kalbar untuk tampil di tingkat nasional. Kegiatan dinamakan pagelaran seni budaya multi etnis di Kabupaten Sintang dengan tema Kita Tingkatkan Persatuan dan Kesatuan Untuk Memperkokoh Tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kegiatan ini akan berlangsung dua malam berturut-turut. Seni budaya yang tampil sangat banyak sehingga pagelaran ini dilaksanakan dua malam. Kami ingin semua suku di Kabupaten Sintang saling menghargai dan menghormati” jelas Senen Maryono.</p> <p>Kegiatan yang berlangsung dua malam tersebut menampilkan seni dan budaya suku Dayak, Melayu, Jawa, Tionghoa, Manado, Bugis, Madura, NTT, Batak, Padang, Sunda serta yang lainnya.</p>