Sintang Miliki Oleh-Oleh Khas “Dayang Selai Asam Maram”

oleh

Asam maram atau asam paya adalah asam Kalimantan yang struktur buahnya mirip dengan buah salak. <p style="text-align: justify;">“Asam paya merupakan sejenis palma dari famili Arecaceae yang memiliki rasa buah yang sangat asam. Secara tradisional, konsumsi daging buah asam paya dikenal dapat mengatasi sariawan yang mengandung senyawa antioksidan yang dapat menjaga kekebalan tubuh”.<br /> <br />Dayang Firdha Afiyati mengatakan ia terinspirasi dari buah yang sangat asam ini terciptalah produk “Dayang Selai Asam Maram”. <br /><br />Selai asam maram adalah produk olahan yang bahan dasarnya terbuat dari daging buah asam maram, gula dan air. Lahirnya  produk ini berawal dari keprihatinan Dayang  mengenai minimnya oleh-oleh khas orisinil kabupaten sintang. <br /><br />Selain sebagai icon, diharapkan dengan adanya produk ini dapat meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar melalui penyerapan tenaga kerja dan membangun mitra  dengan kelompok tani dalam hal ketersediaan bahan baku buah asam maram. <br /><br />“harapan Dayang dengan adanya produk ini dapat menjadi icon baru untuk Kabupaten Sintang.” tandasnya. <br /><br />“Kosentrasi pemerintah dalam pengembangan usaha ekonomi kerakyatan ini  mulai Merespon semua kegiatan usaha terutama yang bergerak di bidang industry kecil dan menengah, yang mau kita lihat dalam setiap kegiatan-kegiatan usaha ini apa kendala setiap mereka akan memproduksi, apakah dari sisi peralatannya, manusianya yang kurang tingkat keterampilannya, juga permodalannya, bidang permodalan akan dicoba direkomendasikan kepada pihak perbankkan tentang KUR, yang penting adanya keseriusan setiap kelompok usaha ataupu perorangan dalam menggerakkan usaha-usahanya yang serius,” ungkap Wakil Bupati Sintang Askiman.<br /><br />Askiman mengatakan dalam sisi pembinaan ada delapan SKPD,  sebagai SKPD persemakmuran pembinaan secara kontinyu. Dari sisi perizinan seandainya ada hambatan tolong disampaikan apa yang menjadi penghambatnya, kalau persyaratan-persyaratan diluar non teknis sampaikan kepada kami, kami segera merekomendasikan. <br /><br />Dari sisi pengemasannya juga kita akan melihat untuk sesuai kebutuhan pasar, lalu untuk hasil peroduksi pemasarannya nanti direkomendasikan setiap pelaku perdagangan yang ada di sintang, apakah supermarket, minimarket kita akan membantu memasarkan.<br />  <br /> “Sintang berpotensi untuk pengembangan ekonomi kreatif, sehingga sintang harus ada ciri khas tersndiri. Nanti ada kegiatan promosi ina craft , yang bersekala nasional akan kita ikut sertakan. Apa lagiini adalah produksi selai asam maram yang sifatnya alami ,tanpa bahan pengawet,” tandasnya.<br /><br />Askiman mengatakan untuk pengembangan usaha kita jangan malu-malu, kita harus melihat kepada daerah lain yang sudah berkembang maju . seperti disingkawang dan lain sebagainya, masih lokal provinsikan, nah itu bias kita kaji  untuk kita terapkan disini. Kalo studi banding itukan kita sudah punya belum terlalu sempurna  kita studi ke sana untuk kita bandingkan  dengan punya kita, untuk peningkatan kualitas dan mutunya. Yang belum ada kita mengkaji dengan mereka  untuk kita terapkan didaerah kita. <br /><br />“Nah pegembangan usaha kita tidak bias sendiri, kita harus berkelompok kerja , kelompok usaha. Bisa nanti semuanya , bisa dibantu,.kita respon sekali untuk ekonomi kerakyatan ini, karna kita tidak hanya jorgannya saja,” tandasnya. (KN)</p>