Sintang Peringati Hari Kesaktian Pancasila

oleh

Bahwa dengan semangat kebersamaan yang dilandasi oleh nilai-nilai luhur ideologi pancasila, bangsa Indonesia tetap dapat memperkokoh tegaknya negara kesatuan Republik Indonesia. <p style="text-align: justify;">Maka dihadapan Tuhan Yang Maha Esa dalam memperingati hari kesaktian pancasila, kami membulatkan tekad untuk tetap mempertahankan dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila sebagai sumber kekuatan menggalang kebersamaan untuk memperjuangkan, menegakkan kebenaran dan keadilan demi keutuhan negara kesatuan republik indonesia. <br /><br />Demikian ikrar Ketua DPR RI Setya Novanto yang dibacakan oleh Ketua DPRD Kabupaten Sintang Jefray Edward pada apel memperingat Hari Kesaktian Pancasila di Lapangan Kodim 1205 Sintang pada Kamis 1 Oktober 2015.<br /><br />Apel Hari Kesaktian Pancasila di Kabupaten Sintang Tahun 2015, Pemerintah Kabupaten Sintang sengaja tidak melibatkan pelajar karena status darurat asap belum dicabut meskipun cuaca di Kota Sintang pada Kamis, 1 Oktober 2015 relatif sudah bagus karena sudah terjadi hujan. <br /><br />Yang hadir sebagai peserta dalam Apel Hari Kesaktian Pancasila Tahun 2015 tersebut hanya Ibu-Ibu PKK, Dharma Wanita, Persit, Ibu Bayangkari, Mahasiswa-Mahasiswi, Pegawai Instansi Vertikal, Aparatur Sipil Negara, anggota dan perwira TNI dan Polri, anggota Pemadam Kebakaran, dan anggota Forkopinda. <br />    <br />Penjabat Bupati Sintang Alexius Akim yang bertindak sebagai Inspektur Upacara saat membacakan Sambutan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Anies Baswedan menyampaikan karya besar bangsa Indonesia yang sejajar dengan karya besar bangsa lain di dunia adalah hasil pemikiran tentang bangsa dan negara yang mendasarkan pandangan suatu prinsip yang tertuang dalam sila – sila Pancasila. <br /><br />Nilai–nilai yang terkandung dalam setiap sila Pancasila sebelum dirumuskan dan disahkan menjadi dasar negara secara objektif historis telah dimiliki oleh bangsa Indonesia sendiri. Sehingga asal nilai–nilai Pancasila tersebut tidak lain adalah dari bangsa Indonesia sendiri, atau dengan kata lain bangsa Indonesia sebagai kausa materialis Pancasila. <br /><br />“oleh karena itu, merupakan suatu keharusan moral bagi kita semua untuk secara konsisten merealisasikan nilai – nilai Pancasila dalam setiap aspek kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. sehingga pada gilirannya kita dapat memperkokoh jati diri dan karakter bangsa” jelas Alexius Akim.<br /> <br />“tantangan Pancasila sebagai ideologi bangsa ke depan sangat lah berat. hal ini penting saya tegaskan, karena dalam beberapa tahun belakangan ini ada suatu gejala yang membuat semua kita sangat prihatin. pada satu sisi, sebagaimana kita ketahui, banyak sekali nilai – nilai sosial dan budaya kita yang diakui sebagai milik bangsa lain. artinya bangsa tersebut mengagumi karya bangsa Indonesia, sehingga ingin menjadikannya sebagai milik atau ciri khas mereka” tambah Alexius Akim.<br />  <br />Alexius Akim menambahkan namun pada sisi lain, harus kita akui pula bahwa seiring dengan proses globalisasi saat ini, dalam kehidupan masyarakat sekarang, nilai – nilai luhur bangsa indonesia telah mengalami pendangkalan kandungan nilainya. tidak sedikit dari kita, khususnya generasi muda yang merasa enggan untuk mendalami nilai – nilai luhur tersebut. mereka umumnya lebih menyukai seni budaya asing yang kadangkala berbenturan dengan nilai-nilai luhur pancasila itu sendiri. <br />oleh sebab itulah, tema peringatan hari kesaktian pancasila tahun 2015 ini, “kerja keras dan gotong royong melaksanakan pancasila”  sangatlah tepat. <br /><br />kita semua, tentu ingin membangun bangsa yang berperadaban unggul, yang salah satu cirinya adalah bangsa yang mampu menunjukkan karakter dan jati dirinya, tanpa harus kehilangan kesempatan dan kemampuan berinteraksi dengan bangsa-bangsa lain, sekaligus mampu mengaktualisasikan makna yang dikandungnya sesuai dengan perkembangan zaman. dengan demikian, pancasila menjadi sistem nilai yang hidup.<br /><br />untuk itu, kita harus terus-menerus menumbuhkembangkan nilai – nilai pancasila kepada semua generasi, utamanya para generasi penerus bangsa indonesia yang kita cintai ini. dalam konteks ini, pendidikan merupakan sistem yang bisa melakukannya secara efektif, karena melalui sistem pendidikan, penggalian, penanaman, pengembangan dan pengamalan nilai pancasila dapat dilakukan secara sistemik, sistematik dan secara masif.<br /><br />kita patut bersyukur, mulai tahun 2013, kita telah melakukan penguatan mata pelajaran pendidikan pancasila dan kewarga negaraan dan mata pelajaran lainnya, baik substansi maupun metodologi pembelajarannya, agar dapat dihasilkan warga negara yang semakin cinta dan bangga terhadap bangsa dan negaranya, sekaligus menjadi warga negara yang efektif dan bertanggung jawab.<br /><br />peringatan hari kesaktian pancasila tentunya tidak hanya sekedar menjadi cerita dalam sejarah saja, namun menjadi pewarisan nilai-nilai heroisme yang mampu diaplikasikan dalam menghadapi tantangan di masa – masa yang akan datang.<br /><br />peringatan hari kesaktian pancasila yang kita peringati setiap tahun haruslah kita jadikan sebagai upaya melestarikan, mengamalkan, mengembangkan dan mempromosikan pancasila sebagai sumber nilai yang telah teruji dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.<br /><br />marilah kita selalu memohon kehadirat tuhan yang maha esa agar negara kita republik indonesia yang berdasarkan pancasila dan undang – undang dasar 1945 tetap kuat dan sentausa. (Humas)</p>