Sintang-Putussibau Masih Gunakan Jembatan Berpondasi Kayu

oleh

Jalan Negara antara Putussibau-Sintang hingga saat ini masih menggunakan jembatan yang berpondasi kayu, tak jarang jembatan-jembatan tersebut sering mengalami kerusakan dan dianggap rawan kecelakaan. Tidak hanya itu seringnya dilakukan perbaikan terhadap sejumlah jembatan yang menggunakan pondasi kayu tersebut dinilai pemborosan dana. <p style="text-align: justify;">Demikian dikatakan  Adrianus (32) salah satu warga Kota Putussibau ketika berbincang ringang dengan kalimantan-news, Minggu (26/06/2011). <br /><br />Adrianus menilai bahwa jalan yang berstatus jalan Negara tersebut yang menghubungkan ibu Kota Kabupetan ke Ibu Kota Provinsi seharusnya tidak layak menggunakan jembatan yang berpondasi kayu, selain rawan terjadinya kerusakan juga rawan terjadi kecelakaan.<br /><br />” Jika Kita hitung Sintang-Putussibau puluhan jembatan bahkan hampir mencapai seratus jembatan yang menggunakan pondasi kayu, dan kondisinya rata-rata memprihatinkan, belum lama diperbaiki kembali lagi mengalami kerusakan karena memang pondasinya menggunakan kayu, coba menggunakan pondasi besi dijamin jembatan tersebut akan tahan,” ungkapnya.<br /> <br />Dengan demikian Adrianus berharap Pemerintah Daerah Kapuas Hulu dan Anggota DPRD Kapuas Hulu dapat menyauarakannya kepada Pemerintah Provinsi dan Pusat agar jembatan yang berpondasi kayu jalan Sintang- Putussibau segera diperhatikan dan diganti dengan jembatan yang berpondasi besi.<br /><br />” Kita mengharapkan kondisi jembatan yang masih berpondasi kayu diperhatika dan mesti diganti dengan besi, sehingga ketahanan jembatan tersebut terjamin dan tidak harus berkali-kali dalam setahun dilakukan perbaikan, sehingga tidak ada kesan pemborosan dana,” pintanya selaku masyarakat. <strong>(phs)</strong></p>