Home / Tak Berkategori

Sintang Siapkan Diri Hadapi Meningkatnya Resiko Sakit Jantung

- Jurnalis

Senin, 18 April 2016 - 06:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Indonesia menjadi salah satu negara dengan kasus penyakit jantung yang paling cepat peningkatannya, namun tidak dibarengi penanganan kasus yang optimal. <p style="text-align: justify;"><br />Berdasarkan data dari Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan atau Balitbangkes Kementerian Kesehatan, bahwa dari 10 jenis penyakit paling sering menjadi penyebab kematian di Indonesia adalah  penyakit jantung iskemik. <br /><br />Demikian disampaikan Bupati Sintang melalui Zulkarnaen Asisten Administrasi Umum Setda Sintang saat membuka Inhouse Training Code Blue System, Senin (/4/2016) di Ruang Balai Praja Kantor Bupati Sintang.<br /><br />“di tahun 1990-an,  penyakit jantung tidak masuk dalam 10 besar penyakit yang mematikan, sedangkan tahun 2000-an menduduki peringkat ke lima dan kini langsung menduduki nomor dua penyakit yang paling mematikan. menghadapi hal tersebut, diperlukan antisipasi dan kesiapan yang optimal  dalam menanggani berbagai keluhan dan indikasi serangkan jantung dari setiap orang terutama yang menjadi obyek pelayanan di rumah sakit. salah satu indikasi serangkan jantung adalah suatu kejadian henti jantung yang dapat terjadi di mana dan kapan saja di rumah sakit” tambah Zulkarnaen. <br /><br />Zulkarnaen menambahkan kejadian ini dapat menimpa pasien, keluarga pasien, maupun petugas rumah sakit sendiri. <br /><br />kejadian henti jantung apabila tidak ditangani dengan cepat akan menyebabkan terjadinya kematian. pertolongan pertama harus dapat dilakukan oleh seluruh komponen rumah sakit, baik tenaga medis yaitu dokter dan perawat maupun tenaga non medis. <br /><br />salah satu strategi pencegahan kejadian henti jantung adalah code blue system . sistem ini merupakan strategi pencegahan kejadian henti jantung, aktivasi sistem emergency  dan resusitasi kejadian henti jantung di rumah sakit, yang melibatkan seluruh komponen sumber daya manusia  baik medis dan non medis, peralatan dan obat-obatan, sistem serta mekanisme kontrol dan evaluasi. <br /><br />sistem ini sangat membutuhkan kesiapan semua pihak sehingga pelatihan yang terncana dengan baik tentang sistem code blue system  menjadi mutlak.<br /><br />hadirin yang saya hormati,“seluruh petugas medis agar memahami code blue system  ini, sehingga nantinya dapat memiliki pengetahuan dan keterampilan teknis saat melayani pasien. <br /><br />Kepada jajaran RSUD Ade Muhammad Djoen Sintang, saya meminta untuk terus melakukan peningkatan kualitas SDM di rumah sakit sehigga mampu mewujudkan visinya sebagai rumah sakit yang mengesankan dan terpercaya di kalimantan barat, yang pada gilirannya dapat mendukung terwujudnya masyarakat kabupaten sintang yang sehat di masa mendatang.<br /><br />Direktur RSUD AM Djoen Sintang Rosa Trifina mengharapkan agar pelatihan ini mampu memberikan pemahaman mengenai sistem dan cara penanganan kejadian henti jantung. <br /><br />“saya berharap baik tenaga media maupun non medis di RSUD AM Djoen Sintang serta petugas kesehatan lainnya mampu melakukan tindakan awal dan tindakan hidup lanjut bagi pasien penderita jantung karena pelatihan ini akan memberikan informasi mengenai aktivitas sistem emergency, strategi pencegahan dan resusitasi kejadian henti jantung di rumah sakit” terang Rosa Trifina.<br /><br />“pelatihan ini diikuti oleh 84 peserta yang dibagi menjadi dua kelas yakni di Ruang Balai Praja untuk peserta non medis dan Aula RSUD AM Djoen khusus tenaga medis. untuk memberikan pemahaman mengenai penanganan penyakit jantung kami mengundang narasumber dari Departemen Anestesiologi Dan Terapi Intensif Fakultas Kedokteran UGM Yogyakarta” terang Rosa Trifina. (Hms)</p>

Berita Terkait

Pemkab Malinau Mulai Persiapan Pelaksanaan Safari Ramadhan 1477 H
Hebat! Desa Paal Tembus 3 Besar Nasional PDKA 2025
Bupati Barito Utara Resmikan Pemancangan Tiang Listrik di Empat Desa Teweh Timur
Polres Sintang Kenalkan Rambu Lalu Lintas Sejak Dini Lewat Program Polisi Sahabat Anak
Unit Kamsel Sat Lantas Polres Sintang Gelar Penyuluhan Keliling di Sejumlah Titik Rawan Lalu Lintas
Asisten 1, Hadiri Raker dan Ramah Tamah Camat Dedai Dengan Kades dan Ketua BPD Se Kecamatan Dedai
Sekda Sintang Kecewa Realisasi Anggaran Pemkab Sintang Tahun 2025 Hanya 81,59 Persen
Realisasi APBD 2025 Kecil, Bupati Sintang Minta OPD Sering Rapat Evaluasi

Berita Terkait

Kamis, 15 Januari 2026 - 21:57 WIB

Pemkab Malinau Mulai Persiapan Pelaksanaan Safari Ramadhan 1477 H

Kamis, 15 Januari 2026 - 19:57 WIB

Hebat! Desa Paal Tembus 3 Besar Nasional PDKA 2025

Rabu, 14 Januari 2026 - 20:29 WIB

Bupati Barito Utara Resmikan Pemancangan Tiang Listrik di Empat Desa Teweh Timur

Rabu, 14 Januari 2026 - 20:15 WIB

Polres Sintang Kenalkan Rambu Lalu Lintas Sejak Dini Lewat Program Polisi Sahabat Anak

Rabu, 14 Januari 2026 - 20:12 WIB

Unit Kamsel Sat Lantas Polres Sintang Gelar Penyuluhan Keliling di Sejumlah Titik Rawan Lalu Lintas

Berita Terbaru

Kepala Desa Paal, H. Sukarman saat menerima Penghargaan dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) itu diserahkan langsung oleh Wakil Menteri Dalam Negeri Akhmad Wiyagus. (Dedi Irawan)

Berita

Hebat! Desa Paal Tembus 3 Besar Nasional PDKA 2025

Kamis, 15 Jan 2026 - 19:57 WIB