Sinto: 90,8 Persen Kasus Corona di Sintang Berasal dari Riwayat Perjalanan

oleh

SINTANG, KN – Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang, Harysinto Linoh mengungkapkan di Bumi Senentang tidak hanya terjadi lonjakan kasus corona, akan tetapi tingkat fatality rate Covid-19 sudah menyentuh angka 4 persen pada bulan April 2021.

Hingga 16 April 2021, total ada 29 pasien meninggal dunia. 14 di antaranya meninggal dunia pada bulan April. Bahkan, Jum’at kemarin dalam sehari ada tiga pasien yang meninggal.

“Kemarin yang meninggal ada tiga orang. Satu orang dari kayan hulu, dua dari kecamatan Sintang. Saya gak bisa bilang itu guru. Tapi mereka sudah berusia di atas 50 tahun,” kata Harysinto Linoh, Sabtu 17 April 2021.

Dikatakan Sinto, dirinya belum bisa memastikan apakah virus corona di Sintang varian baru atau bukan. Yang jelas corona sudah semakin ganas.

“Ini membuktikan bahwa Covid itu ada dan patut untuk kita waspadai. Saya tidak bisa bilang ini varian baru atau bukan,” terangnya.

Masyarakat kata Sinto, harus jujur jika merasakan gejala corona, seperti demam, hilang indra perasa, agar segera memeriksakan dirinya.

“Sekarang masyarakat sudah harus jujur, kalau memang ada kehilangan penciuman, atau demam, makan obat ndak sembuh, hilang rasa, badan pegal, saya rasa sudah cukup lah sosialisasi tentang Covid, semua gejala sudah kita kasih tau. Kadang kalau udah bergejala takut untuk periksa, nanti dibilang covid. Tapi ketika dia datang sudah sesak nafas, baru datang ke rumah, hasilnya tidak tertolong. Tingkat kematian cukup tinggi, 4 persen. Total meninggal 29, dari januari sampai sekarang,” tegas Sinto.

Sinto menilai, 90,8 Persen Kasus Corona di Sintang berasal dari Riwayat Perjalanan Pontianak, Singkawang dan Jakarta

“Total kasus konfirmasi aktif Covid-19 pada bulan April 2021 mencapai 260 kasus di Kabupaten Sintang. Berdasarkan penyelidikan epidemiologi, 90,8 persen kasus corona yang ditemukan, memiliki riwayat perjalanan ke Kota Pontianak, Singkawang dan Jakarta. Hanya 24 orang saja yang murni transmisi lokal,” tukasnya. (*)