Siswa MI Shalat Gaib Doakan Warga Jepang

oleh

Sekitar 40 anak dari Madrasah Ibtidaiyah (MI) Jauharot Tholibin, Desa Purworejo, Kecamatan Sanan Kulon, Kabupaten Blitar, Jawa Timur, melakukan shalat gaib untuk korban tsunami Jepang <p style="text-align: justify;">Sekitar 40 anak dari Madrasah Ibtidaiyah (MI) Jauharot Tholibin, Desa Purworejo, Kecamatan Sanan Kulon, Kabupaten Blitar, Jawa Timur, melakukan shalat gaib untuk korban tsunami Jepang.<br /><br />Sunarji, salah seorang guru di MI itu, Sabtu mengemukakan, kegiatan itu dilakukan untuk mendoakan warga Jepang yang saat ini sedang dilanda musibah.<br /><br />Walaupun mereka warga Jepang, yang jauh dari Indonesia, pihaknya berharap solidaritas anak – anak tumbuh dengan melakukan shalat gaib ini.<br /><br />"Kegiatan ini adalah bentuk solidaritas dan perhatian yang memang kami tekankan pada kepribadian anak – anak. Tanpa memandang negara, kami berharap mereka tumbuh rasa perhatian," ujarnya.<br /><br />Kegiatan shalat gaib itu sendiri dilakukan di mushalla sekolah, yang diikuti kelas empat dan lima. Dengan membawa perlengkapan shalat, kegiatan itu dipimpin langsung oleh guru agama.<br /><br />Sebelum shalat dilaksanakan, guru juga memberi pengertian kepada anak – anak, yang pada intinya ditujukan untuk mendoakan warga Indonesia di Jepang yang saat ini sedang dilanda musibah dan mendoakan warga Jepang sendiri.<br /><br />Hasna, salah seorang siswi mengaku takut kejadian tsunami yang ia tonton di televisi. Air yang datang dari laut, langsung menerjang seluruh bangunan dan rumah, bahkan diperkirakan lebih dari 1.000 warga tewas akibat tsunami itu.<br /><br />"Sedih lihat di televisi ada bencana itu. Semoga mereka diberi ketabahan," kata Hasna.<br /><br />Musibah tsunami melanda Jepang pada Jumat (10/3) pukul 14.46 waktu setempat. Dari data Badan Meteorologi Jepang, kekuatan gempa itu mencapai 8,9 skala Richter (SR), yang disusul dengan gempa susulan 7,4 SR.<br /><br />Gempa itu sendiri berpusat di 130 kilometer sebelah timur Sendai, Honshu atau 373 km tenggara Tokyo pada kedalaman 24 kilometer. Akibat gempa itu, menimbulkan gelombang tsunami setinggi 10 meter menyapu pesisir timur dekat episentrum. (Eka/Ant)</p>