Siswa Miskin Dapat Bea Siswa Rp11,6 Miliar

oleh

Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Timur pada 2011 menyalurkan bantuan berupa bea siswa miskin (BSM) senilai Rp11,657 miliar untuk 31.016 anak yang masih duduk di bangku sekolah dasar di 14 kabupaten dan kota di daerah itu. <p style="text-align: justify;">Kadisdik Provinsi Kaltim Musyahrin, di Samarinda, Jumat mengatakan, program BSM-SD itu merupakan upaya pemerintah untuk mengurangi banyaknya jumlah siswa yang putus sekolah, terutama bagi siswa di pelosok, pedalaman serta perbatasan Kaltim.<br /><br />Sedangkan rincian penerima BSM – SD 2011 ini diberikan kepada Kabupaten Kutai Kartanegara sebanyak 3.400 siswa, Kutai Timur 1.700 siswa, Kutai Barat 2.416 siswa, dan Kabupaten Tana Tidung sebanyak 1.250 siswa.<br /><br />Berikutnya untuk Kota Samarinda sebanyak 4.000 siswa, Kabupaten Paser 2.100 siswa dan Balikpapan 2.150 siswa. Sedangkan Bontang, Tarakan, Nunukan, Malinau, Bulungan, Berau, serta Kabupaten Penajam Paser Utara masing-masing sebanyak 2.000 siswa.<br /><br />Menurut dia, bantuan pembiayaan yang dilakukan pemerintah merupakan perwujudan komitmen untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) melalui sektor pendidikan.<br /><br />Hal ini dilakukan karena pemerintah tidak ingin pembangunan SDM yang telah menjadi program prioritas pembangunan daerah itu hanya slogan semata, tetapi akan diwujudkan secara nyata.<br /><br />Sedangkan nilai atau jumlah dana yang disalurkan bagi para siswa tersebut, masing-masing sebesar Rp360 ribu persiswa per tahun. Diharapkan bantuan itu dapat meringankan beban orang tua siswa, sehingga anak-anak mereka bisa mengenyam pendidikan seperti anak yang lain.<br /><br />Di sisi lain lanjutnya, pada 2011 ini Pemprov Kaltim juga memberikan bantuan beasiswa dan stimulan bagi pelajar dan mahasiswa dengan nilai cukup besar, yakni mencapai Rp70 miliar dengan penerima lebih dari 31 ribu orang.<br /><br />Bahkan, Pemprov Kaltim secara konsisten untuk melaksanakan penganggaran pendidikan sebesar 20 persen dari nilai Anggaran Pendapat dan Belanja Daerah (APBD), serta bantuan keuangan daerah, termasuk insentif bagi para guru di Kaltim.<br /><br />"Komitmen Pemprov Kaltim untuk memberikan pembiayaan pendidikan 20 persen, insentif guru, serta beasiswa ini dilaksanakan secara berkelanjutan, tujuannya adalah agar pendidikan di Kaltim semakin berkualitas," katanya. <strong>(das/ant)</strong></p>