Siswa SMP Barut Carter Kapal Ikuti UN

oleh

Sedikitnya 21 pelajar SMP PGRI Desa Pendreh, Kecamatan Teweh Tengah, Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, terpaksa mencarter kapal motor atau "kelotok" di Sungai Barito untuk menuju desa terdekat guna mengikuti Ujian Nasional tahun ajaran 2011/2012. <p style="text-align: justify;">"Selama UN, semua siswa serta guru terpaksa menyewa ‘kelotok’ untuk pulang-pergi ke sekolah," kata seorang guru SMP PGRI Desa Pendreh, Kecamatan Teweh Tengah, Barito Utara, Hariyadi, Senin.<br /><br />Hariyadi mengatakan selama berlangsungnya UN hingga 26 April 2012 siswa SMP swasta yang tinggal di desa pinggiran Sungai Barito harus menginduk untuk ikut UN di SMPN 4 Desa Lemo, Kecamatan Teweh Tengah.<br /><br />Setiap hari, kata dia, puluhan siswa menggunakan sarana angkutan sungai tersebut ke desa terdekat. Kapal motor mereka carter Rp2,6 juta selama UN berlangsung.<br /><br />Dengan kapal motor tersebut mereka menuju Desa Lemo dalam waktu antara 30-40 menit perjalanan.<br /><br />"Biaya untuk carter ‘kelotok’ diperoleh dari swadaya para siswa, karena pihak sekolah tidak memiliki dana untuk keperluan tersebut," katanya.<br /><br />Hariadi menyebutkan setiap siswa membayar Rp300 ribu, dan kalau nanti masih ada sisa uang yang terkumpul itu, akan dimanfaatkan untuk dana tidak terduga lainnya.<br /><br />Meski pihak sekolah mendapat dana bantuan operasional sekolah (BOS) dari pemerintah, uang itu tidak mencukupi untuk kegiatan belajar dan mengajar di SMP, satu-satunya di desa itu.<br /><br />"Dana BOS hanya bisa dimanfaatkan untuk kegiatan belajar dan sebagian honor guru yang belum menjadi PNS. Jadi tidak ada untuk biaya menyewa kapal motor untuk ikut UN," katanya.<br /><br />Menurut dia, dipilihnya angkutan sungai ini karena dinilai lebih murah dan mampu mengangkut semua siswa.<br /><br />Meski ada jalan darat ke Desa Lemo,kondisinya memprihatinkan, karena jalan dan jembatan kondisinya saat ini rusak.<br /><br />"Kami berharap tahun depan sekolah kami ditingkatkan menjadi sekolah negeri dan dapat menyelenggarakan UN sendiri," ujar Hariadi.<br /><br />Sekolah penyelenggara UN di kabupaten pedalaman Sungai Barito itu, sebanyak 26 sekolah dari 36 SMP negeri dan swasta serta Madrasyah Tsanawiyah (Mts) dengan peserta ujian 1.853 orang. <strong>(das/ant)</strong></p>