Siswa SMPN 11 Samarinda Terpaksa Lesehan

oleh

Sejumlah siswa di empat kelas di SMP Negeri 11 Samarinda, Kalimantan Timur terpaksa lesehan ketika mengikuti proses belajar mengajar karena meja-kursi di ruang tersebut tidak ada, sehingga mereka berharap segera mendapat bantuan dari pemerintah. <p style="text-align: justify;">"Masalah di SMPN 11 ini sedang kami tangani dan akan dianggarkan pada APBD 2015. Tidak mungkin dibelikan bangku sekarang karena tahun anggaran sudah mau tutup," ujar Kepala Dinas Pendidikan Kota Samarinda Asli Nuryadin di Samarinda, Jumat.<br /><br />Dia mengatakan pihaknya akan mendata sejumlah sekolah lain yang belum ada mebelernya, termasuk akan memperbaiki sistem pembangunan sekolah baru, yakni ketika akan membangun sekolah, maka juga harus disiapkan anggaran untuk meja maupun kursinya.<br /><br />Terkait dengan empat ruang kelas yang tidak ada kursinya dan para siswanya terpaaksa lesehan itu, guru SMPN 11 Samarinda Siti Umi Nanik mengatakan hal itu terpaksa dilakukan karena pihaknya tidak bisa berbuat banyak.<br /><br />"Memang beginilah keadaannya, mau diapakan lagi, tetapi yang penting proses belajar mengajarnya tetap berjalan dengan baik," ujarnya.<br /><br />Ia mengatakan kursi yang digunakan oleh para siswa di sekolah tersebut, belum ada meja kursinya, sebenarnya ada juga kursi bekas tapi masih layak pakai, yakni bantuan dari Universitas Mulawarman (Unmul) Samarinda pada 2010.<br /><br />Kursi lipat tersebut, katanya, telah digunakan di Unmul beberapa tahun sebelumnya, kemudian pada 2010 diberikan kepada SMPN 11 karena waktu itu memang sekolah tersebut tidak memiliki kursi.<br /><br />Mengingat lamanya kursi itu digunakan dan termakan usia, katanya, maka sebagian besar kondisinya banyak yang rusak. Sejumlah kelas yang terdapat kursi agak rusak itu masih lebih beruntung ketimbang empat kelas lain yang tidak memiliki kursi. (das/ant)</p>