Situasi Lapas Kondusif Polisi Periksa Provokator

oleh
oleh

Situasi Lembaga Pemasyarakatan Klas II B Sintang telah kondusif. Kendati demikian polisi tetap mensiagakan pasukan tambahan dari Brimob. Penghuni Lapas yang ditengarai pemicu kericuhan juga telah dimintai keterangan oleh polisi. <p style="text-align: justify;"><br />Kepala Kantor Kementrian Hukum dan HAM Kalbar Budi Santoso Rachman juga meninjau langsung kondisi  Lapas Sintang, Kamis (26/09/2013).  <br /><br />Begitu tiba ke Lapas, dia langsung menggelar pertemuan tertutup dengan jajaran Lapas Sintang.  Keluar ruang pertemuan, Kakanwil langsung menuju ke blok tahanan. Peninjauan itu sempat memicu keriuhan tahanan.   <br /><br />Namun, situasi tak sampai menimbulkan gejolak besar.  Keamanan kembali kondusif, setelah Kapolres dan Kakanwil menggelar pertemuan.<br /><br />Kakanwil mengatakan kondisi Lapas sudah konsusif. Aktifitas warga binaan telah kembali normal, termasuk jam besuk. <br /><br />“Sudah menerima kunjungan (besuk) tadi,” kata dia. Kemudian pemicu keributan akan dilakukan investigasi. Hasilnya, untuk menjadi acuan  menentukan kebijakan yang akan diambil.<br /><br />“Kita investagasi terus baru bisa melihat (pokok persoalan) dan maving permasalahan. Dalam BAP nanti dilihat bagaimana tindakan selanjutnya. <br /><br />Dari maving akan saya ambil langkah. Dan kejadian ini bukan kerusuhan. Kalau kerusuhan itu massif dan tidak terkendali,” kata dia.  “Keributan ini. Ribut,” tambah dia.<br /><br />Menanggapi ada warga binaan menolak tes urine  dan ditengarai pemicu keributan di Lapas Sintang, Kakanwil menjawab diplomatis. Ia menyebut, siapapun tidak dilarang untuk tidak suka dengan seseorang. Namun tidak ada pengecualian terhadap penegakan aturan. Semua harus patuh. <br /><br />“Penolakan boleh saja. Tapi tidak bisa menolak hukum dan UU. Kalau saya mungkin bisa tidak senang dengan seseorang. Namun dengan UU tidak boleh saya tidak senang,” kata dia.<br /><br />Ia pun menyatakan komitmen memberantas narkotika di Lapas Sintang. Koordinasi dengan kepolisian akan dilakukan, lantaran domain memang berada di pihak berwajib. Termasuk soal temuan alat hisap sabu, hasil  razia Kalapas.<br /> <br />Disinggung mengenai dugaan masih beredar telepon genggam di dalam Lapas Kakanwil, menanggapi dingin. Ia meminta disebutkan nama warga binaan langsung jika diketahui memegang telepon genggam di Lapas. <br /><br />“Siapa orangnya. Biar bisa diperiksa. Kita belum mempunyai alat penangkap sinyal. Ini juga menjadi kendala,” kata dia.<br /><br />Secara terpisah, seorang keluarga warga binaan, ketika bertemu  di parkiran Lapas, Kamis pagi, bercerita, sempat dihubungi adiknya yang lagi mendekam di Lapas dengan mengirim pesan singkat, kalau di Lapas sedang timbul keributan. “Kemarin (Rabu) dia beritahu. Cuma pesan itu baru saya baca tadi (Kamis) pagi,” kata dia. “Maka saya ingin membesuknya,” tambah perempuan yang mengaku adiknya terjerat kasus pencurian ini. <br /><br /><br />Kapolres Sintang AKBP Veris Septiansyah mengatakan beberapa warga binaan sudah dimintai keterangan   terkait  insiden kericuhan. Begitu pula dengan petugas.   Hasil penyelidikan, lanjut Kapolres, diperoleh  informasi  kalau  penegakan aturan  membuat ketidaknyamanan oknum warga binaan.<br /><br /><br />Kendati demikian, lanjut Kapolres, kepolisian tidak akan masuk campur untuk penanganan internal. Kecuali jika untuk  tindakan anarkis seperti pengrusakan dan penganiayaan.  Karena itu, tambah dia, belum ada warga binaan yang akan diproses secara hukum.<br /><br />Ia menambahkan, kepolisian masih belum mengambil alih pengamanan, tapi sifatnya hanya memback up. Namun, lanjut dia,  sesuai  arahan Kapolda dan Mabes Polri, kepolisian tetap  melakukan pengamanan ekstra.  Kemudian melakukan  penyelidikan preventif.<br /><br />" Tadi (Rabu) malam kita sudah  menambah 65 pasukan atau 2  (Satuan Sertingkat Pleton). Untuk penjagaan hari ini (Kamis) melibatkan 78 personil, gabungan polisi dan TNI,” kata Kapolres. <br />Sementara jangka waktu penempatan personil di Lapas, tambah Kapolres, menyesuaikan situasi di lapangan. Kepolisian tidak ingin mengambil resiko sekecil apapun. Maka, pengamanan tetap ekstra dilakukan.<br /><br />Wakil Ketua DPRD Sintang Jefray Edwar  mendukung sikap tegas Kalapas   untuk terus melakukan razia kepada narkoba kepada warga binaan. “Pada prinsipnya kalau perbaikan kami sangat mendukung. Sebagai Kalapas harus tegas,” kata dia, kemarin.<br /><br />Menurut Jefray ditemukanya  alat hisab sabu di Lapas harus terus ditelusuri. Darimana barang itu di datangkan. “Kalapas harus selidiki. Darimana barang itu masuk. Kalau ada penghuni yang terlibat harus di tindak tegas,” katanya.<br /><br />Kendati demikian Jefray juga berharap Kalapas bisa melakukan pendekatan secara persuasif kepada warga binaan, agar penolakan tes urine dan kericuhan tidak terulang kembali. “Kami melihat memang ada rasa keterkejutan. Mungkin yang awalnya agak sedikit bebas dengan adanya Kalapas yang baru agak sedikit ketat. Ini tantangan bagi Kalapas baru,” kata dia.<br /><br />Sikap tegas kalapas diaakui Jefray patut diacungi jempol. Jangan sampai lapas  Sintang dijadikan sarang narkotika. “Ada apa jika penghubi Lapas tidak mau di tes urie,” ujarnya.<br /><br /> Jefray juga meminta Lapas Sintang memperketat pengunjung yang datang. Karena bisa jadi barang-barang seperti narkoba dan sabu masuk di selundupkan pengunjung.<strong>(das/ben)</strong></p>