Tingginya animo masyarakat di Kecamatan Sepauk dan sekitarnya untuk menyekolahkan anaknya di SMAN 1 Sepauk cukup tinggi. Apalagi sejak beberapa tahun terakhir, sekolah yang berdiri sejak tahun. <p style="text-align: justify;">1989 tersebut, telah beberapa kali menunjukkan kelasnya sebagai sebuah sekolah yang bermutu. Yang mampu memberikan persaingan terhadap SMA sederajat yang selama ini didominasi oleh sekolah-sekolah di perkotaan.<br /><br />Sayangnya peningkatan animo masyarakat tersebut tidak dibarengi dengan ketersediaan local, sebagai tempat proses belajar mengajar berlangsung.<br /><br />”Tahun ini, kalau jumlah siswa yang mendaftar, sama banyaknya dengan tahun lalu, kami akan kekurangan dua local,” kata Drs.Edy Sunaryo, Kepala SMAN 1 Sepauk kepada kalimantan-news beberapa waktu lalu<br />.<br />Dikatakan Edy, saat ini tercatat 396 siswa yang di tempatkan di 12 ruang belajar. Jumlah ini terus bertambah dari tahun ketahun, Tahun lalu jumlah pendaftar di SMAN 1 Sepauk mencapai 169 orang. Agar semua siswa yang mendaftar dapat ditampung, mereka terpaksa menambah local baru. Local yang dibangun dari hasil swadaya masyarakat setempat. <br /><br />“Untungnya masyarakat yang ingin anaknya bersekolah disini mau mengerti dan peduli. Mereka menyumbangkan uang untuk pembangunan local baru,” kata Edy.<br /><br />Di Kecamatan Sepauk, terdapat 7 SMP dan MTs yang menjadi sekolah pendukung dengan jumlah siswa lebih dari 200 orang. Belum lagi ada masyarakat Kecamatan Belitang yang pekerja perusaan sawit, yang memilih menyekolahkan anaknya di SMAN1 Sepauk. Dari jumlah tersebut, hanya separuhnya saja yang dapat tertampung di SMAN 1 Sepauk.<br /><br />Untuk mengakomodir seluruh lulusan SMP dan MTs yang ada, setidaknya dibutuhkan tambahan 6 sampai 7 lokal baru.<br /><br />”Kita tidak mungkin terus menerus meminta sumbangan masyarakat. Apalagi untuk membangun local sebanyak itu,”pungkasnya.<strong>(phs)</strong></p>














