Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 2 Putussibau yang terletak di Kedamin, Kecamatan Putusibau Utara dibangun sejak Tahun 2006 lalu, dan sekolah kejuruan tersebut memiliki tiga program keahlian yitu agro bisnis perikanan, agro bisnis tanaman pangan dan busana butik, dari tiga program tersebut menyimpan banyak potensi. <p style="text-align: justify;">Hanya saja sangat disayangkan hingga saat ini fasilitas pendukung yang dimiliki sekolah belum terlalu memadai. <br /><br />“kalau boleh jujur Sekolah ini masih sangat minim fasilitas pendukungnya, seperti halnya computer, yang saat ini hanya ada 6 unit, idealnya 20 unit, kemudian perpusatakaan belum dilengkapi buku yang memadai, ” ungkap Faisal, M.Pd selaku Kepala SMK Negeri 2 Putussibau kepada sejumlah wartawan, Sabtu (10/03/2012). <br /><br />Dikatakan Faisal potensi yang mereka miliki yaitu perikanan dan busana butik, kedua program termasuk program unggulan yang dimiliki sekolah, khusus perikanan kata Faisal saat ini siswanya melalui bimbingan dari sekolah sudah melakukan pemijahan kurang lebih 5000 ekor ikan lele yang dipraktekan langsung oleh siswanya saat ujian kompetesi. <br /><br />“Wah kalau untuk perikanan ini, kurang lebih 5000 ekor lele yang sedang pemijahan, dan itu hasil karya anak-anak didik,” jelasnya. <br /><br />Sedangkan untuk busana batik, kata Faisal sejumlah pakaian gaun untuk undangan sudah dibuat oleh siswa yang melaksanakan uji kompetensi, dari hasil yang mereka buat menurutnya sangat memiliki nilai ekonomi apabila benar-benar dimanfaatkan dan digali potensi yag ada pada siswa. <br /><br />“untuk potensi pada siswa sangat luar biasa, ini terbukti dari hasil dari apa yang mereka buat selama ini,” cetusnya lagi. <br /><br />Hanya saja kata Fasisal secara letak geografis, lokasi Sekolahnya tersebut tidak layak, pasalnya halaman sekolah yang sebagian dijadikan lokasi perikanan dan tanaman pangan selalu terendam air, yang dikesalkan lagi cetus fasisal, ikan bawal ratusan ekor yang siap panen lepas dari kolam akibat air disekitarnya meluap. <br /><br />“Ikan bawal itu udah besar-besar tinggal dipanen, karena air meluap akhirnya ikan tersebut lepas,” kesalnya. <strong>(phs)</strong></p>















