Kasus Pangkar Begili di Kecamatan Serawai hingga kini masih menuai tanda tanya terkait sejauh mana penyelesaian yang dilakukan oleh DPRD Sintang, yang beberapa waktu lalu sejumlah anggota dewan melakukan kunjungan lapangan. <p style="text-align: justify;">Anggota DPRD Sintang, Heri Jambri kepada kalimantan-news.com, Kamis (01/03/2012) mempertanyakan hasil kunjungan lapangan tersebut. Menurutnya, ia bersama beberapa anggota dewan yang langsung di pimpin Ketua DPRD Sintang Harjono saat itu melakukan kunjungan ke lokasi yang dipermasalahkan oleh masyarakat.<br /><br />“Terus terang hingga hari ini saya tidak pernah tahu follow-up dari hasil kunjungan lapangan tersebut,” ujarnya.<br /><br />Dikatakan, pimpinan dewan setelah kunjungan tidak pernah lagi menyinggung persoalan tersebut, bahkan memanggil dirinya bersama anggota yang ikut dalam kunjungan untuk membicarakan hasil temuan dilapangan.<br /><br />“Setelah kunjungan jadi senyap, pimpinan tak pernah lagi menyinggung masalah tersebut. Ada apa ini?” tanya Heri Jambri.<br /><br />Dirinya dengan tegas menduga telah ada suatu kesepakatan antara pihak perusahaan dengan beberapa oknum anggota dewan yang berkunjung saat itu.<br /><br />“Jangan-jangan ada oknum dewan telah melakukan kesepakatan dengan pihak perusahaan dan menjadikan DPRD tak ubahnya seperti segelintir LSM,” ungkapnya.<br /><br />Jika hal tersebut terjadi, dirinya sangat menyayangkan karena mencoreng citra lembaga yang terhormat. Untuk itu dirinya mengharapkan pihak penegak hukum untuk turun tangan mengungkap hal tersebut.<br /><br />“Sudah jelas kok saat kunjungan lapangan jika Pangkar Begili itu masalah amdalnya tak jelas, bahkan bisa dikatakan tidak ada amdalnya. Itu jelas melanggar hukum,” tandasnya.<br /><br />Bahkan Pangkar Begili juga membabat kayu Tengkawang yang sudah jelas menurut aturan tidak diperbolehkan.<br /><br />“Saya minta penegak hukum tidak tutup mata dan telinga terkait hal ini. Sebagai anggota dewan, saya sendiri sudah tidak percaya lagi jika dewan yang menangani masalah ini malah banyak masuk anginnya dan tidak jelas,” tegasnya.<br /><br />Dirinya sekali lagi menyatakan percaya apabila ada beberapa orang anggota DPRD sudah kong kalikong dengan Pangkar Begili. Bahkan beberapa waktu lalu diakui dirinya sudah bertemu dengan masyarakat yang menuntut, yang telah menerima uang 80 juta dari Pangka Bergili. <br /><br />“Lalu bagaiman dengan kerugian negara yang ditimbulkan akibat penebangan tersebut,”kata Heri Jambri.<br /><br />Bahkan oknum dewan tersebut, juga dikatakan Heri Jambri memfasilitasi pertemuan dengan pihak perusahaan di Pontianak. <strong>(*)</strong></p>


















