Sopir Truk Tuntut Pemberantasan Pelansir Solar

oleh

Ratusan sopir truk yang tergabung dalam forum sopir truk angkutan Kabupaten Banjar dan Kota Banjarbaru Kalimantan Selatan menuntut pemberantasan pelansir Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar. <p style="text-align: justify;">Tuntutan disampaikan melalui perwakilan sopir yang menemui Kapolres Banjarbaru, AKBP Budi Santoso, Senin dan meminta aparat kepolisian menindak pengantri solar di SPBU yang diduga sebagai pelansir.<br /><br />"Kami mengharapkan aparat kepolisian menindak pengantri solar di SPBU baik di Kabupaten Banjar maupun di Kota Banjarbaru yang diduga sebagai pelansir," ujar salah satu sopir, Udin.<br /><br />Sebagai bentuk dukungan terhadap perwakilannya, para sopir dan truknya yang mencapai 250 buah berkumpul di tepi Jalan PM Noor Kelurahan Sungai Ulin Banjarbaru sambil menunggu hasil pertemuan.<br /><br />Sejumlah spanduk dipasang di badan truk bertuliskan "penegak hukum jangan diam saja", "tangkap pencuri BBM bersubsidi", "jangan salahgunakan BBM bersubsidi dan sejumlah spanduk bernada sindiran lainnya.<br /><br />Sementara itu, perwakilan sopir pada pertemuan dengan Kapolres Banjarbaru menyampaikan tuntutan sesuai hasil musyawarah di aula kantor kepala desa Awang Bangkal Barat Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar.<br /><br />Ada tiga tuntutan yang diminta para sopir dan diharapkan disikapi kepolisian baik di wilayah hukum Polres Banjar maupun Polres Banjarbaru terkait panjangnya antrian pembeli solar di SPBU pada dua daerah tersebut.<br /><br />"Mohon tidak ada lagi lansiran dalam bentuk apapun di setiap SPBU di Kabupaten Banjar dan Kota Banjarbaru, termasuk penimbun BBM ilegal terhitung sejak Selasa (8/5)," ujar Adi anggota forum supir truk.<br /><br />Dua tuntutan lainnya adalah memohon penjatahan isian standar Rp200 ribu satu kali mengisi sehari untuk mobil truk dan standar Rp100 ribu untuk mobil pribadi selain truk.<br /><br />Tuntutan ketiga, sopir meminta dilibatkan dalam pengawasan di setiap SPBU agar pengisian BBM bersubsidi jenis solar di Kabupaten Banjar dan Kota Banjarbaru berjalan lancar.<br /><br />Kapolres Banjarbaru menanggapi tuntutan itu menyatakan siap menindaklanjuti tetapi kesulitan membedakan truk maupun mobil yang digunakan sebagai sarana melansir dengan truk atau mobil konsumen biasa.<br /><br />"Kami akan menindaklanjuti tuntutan dan berupaya maksimal menindak pelansir karena selama ini kesulitan membedakan antara pelangsir dengan konsumen yang benar-benar membeli solar," ujar kapolres.<br /><br />Ditambahkan, pihaknya tidak pandang bulu dalam menindak penimbun BBM apalagi jika ada barang bukti maka ditindak seperti yang dilakukan terhadap dua anggota Polres Banjarbaru diduga menimbun BBM bersubsidi. <strong>(phs/Ant)</strong></p>