SPD: Selesaikan Permasalahan Transmigrasi Secara Mufakat

oleh

Sarjana Pendamping Desa Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, menilai, polemik pembangunan transmigrasi di Kecamatan Batu Ampar seharusnya bisa diselesaikan secara musyawarah dan mufakat antarberbagai pihak, bukan dengan saling "serang" di media massa. <p style="text-align: justify;">"Menanggai polemik rencana pembangunan transmigrasi di Desa Batu Ampar Kecamatan Batu Ampar, sebenarnya penyelesaiannya bisa dilakukan dengan cara duduk satu meja. Namun, sepertinya karena banyak kepentingan dalam hal itu menjadi permasalahan tersebut semakin rumit," kata Koordinator Sarjana Pendamping Desa (SPD) Kabupaten Kubu Raya, Musa di Sungai Raya, Jumat.<br /><br />Musa mengatakan, program transmigrasi sesungguhnya membawa dampak yang sangat baik bagi masyarakat dan lingkungan sekitarnya, karena melalui program itu kesempatan untuk melakukan percepatan pembangunan infrastruktur, pendidikan dan kesehatan sebagai akses peningkatan kesejahtaraan di berbagai lini kehidupan dapat berjalan secara baik.<br /><br />Dia menyatakan, transmigrasi yang dilaksanakan seyogyanya memperhatikan "clean and clear" agar berjalan sukses.<br /><br />"Polemik program transmigrasi yang terjadi akhir-akhir ini seharusnya tidak perlu ruwet dan menjadi wacana di media massa. Harusnya dengan kewenangannya, DPRD Kubu Raya memanggil semua pihak terkait persoalan transmigrasi di Kubu Raya, guna menyinergikan secara konprehensif program dimaksud," katanya.<br /><br />Dia menyarankan pihak eksekutif dan legeslatif duduk satu meja guna menyelesaikan masalah tersebut, agar program transmigrasi yang akan dilaksanakan tidak sia-sia.<br /><br />Proporsi calon transmigrasi yang akan menempati lokasi baru tersebut adalah 50 persen dari daerah setempat dan 50 persen dari luar daerah yang dituju dengan perimbangan masing-masing melibatkan warga lokal setempat dan pendatang.<br /><br />"Sebaiknya permasalahan ini cepat diselesaikan, agar polemik itu tidak bergulir terus-menerus dan jangan biarkan masyarakat terus dibingungkan dengan membuat beberapa pernyataan yang terus mencuat di beberapa media massa," katanya.<br /><br />Musa menyatakan, sangat tidak baik apabila polemik tersebut digulirkan terus-menerus dan hanya akan memancing emosi masyarakat yang masih kurang memahami betul tentang esensi dari keberadaan program transmigrasi dan pada akhirnya yang dirugikan adalah masyarakat kecil.<br /><br />"Makanya sosialisasi tentang transmigrasi di Kubu Raya sangat penting dan harus terus di sosialisasikkan kepada masyarakat," tuturnya.<br /><br />Sesungguhnya, lanjut Musa, program penempatan warga transmigrasi di desa layak diprioritaskan di kabupaten termuda di Kalimantan Barat itu.<br /><br />Namun demikian keterlibatan dari warga setempat tentunya lebih diprioritaskan dan mengajak seluruh komponen masyarakat dan pihak terkait yang ada di desa maupun pemerintah Kubu Raya, sebab masalah transmigrasi itu merupakan salah satu program produktif yang diharapkan mampu untuk menindaklanjuti lahan-lahan yang masih kurang terkelola dan terkesan kurang produktif.<br /><br />Dengan adanya program transmigrasi itu, tentunya pemerataan pembangunan dapat lebih dipercepat, sehingga dapat mendongkrak perekonomian masyarakat di Kubu Raya.<br /><br />"Selain itu juga pemerintah Kubu Raya melalui Dinas Pertanian dan Peternakan sedang menggalakkan program kawasan pangan yang diharapkan mampu mendongkrak hasil panen masyarakat di Kubu Raya, salah satunya ada di Desa Batu Ampar," kata Musa.<br /><br />Hal itu, kata dia, tidak lain guna merelisasikan kemandirian pangan dan melalui program transmigrasi merupakan salah satu yang perlu didukung untuk mempercepat kemandirian pangan di Kubu Raya. <strong>(phs/Ant)</strong></p>