Spesialis pembobol Rumah di tangkap Polisi

oleh

Tiga kali bolak balik masuk di bui tak membuat Dd (31) merasa jera. Kali ini, dirinya akan kembali merasakan keterbatasan di balik jeruji besi akibat perbuatannya sendiri. <p style="text-align: justify;"> "Dia ini residivis, sudah tiga kali masuk penjara karna kasus yang sama yaitu pencurian," ujar Kasat Reskrim Polres Sintang, AKP Samsul Bakri ketika ditemui di ruang kerjanya.<br /><br />Ia juga mengatakan Dd yang baru saja tanggal 18 Agustus kemarin selesai menjalani hukumannya tersebut telah melakukan empat tindak pidana pencurian dengan pemberatan di empat tempat yang berbeda.<br /><br />"Ada berapa laporan curat yang telah kita terima,  hilang hampir rata-rata uang dan perhiasan dalam jumlah yang tak sedikit. Seperti di lanting sepadan, korban melaporkan kehilangan uang dan handphonenya, yang keseluruhan kerugian sebesar Rp 15.500.000,-. Untuk TKP yang kedua di rumah wakil ketua DPRD Kabupaten Sintang Bapak Terry Ibrahim, disana dia mengambil uang dan perhiasan dengan total kerugian sebesar Rp. 50.000.000,-," jelasnya.<br /><br />Ia juga mengungkapkan, Dd tak beraksi sendiri, ada dua teman lainnya yang membantu Dd, yang keduanya juga merupakan residivis dari Lapas Klas II B Sintang.<br /><br />"Dd tertangkap kemarin saat ia hendak melakukan pencurian ditempat yang sama yaitu di lanting sepadan, hanya saja untuk kali ini dia akan melakukan aksinya di kamar yang lain. Ketika mencuri di lanting tersebut, ia tak menggunakan jalan darat tetapi menggunakan air untuk itu kita melakukan rekontruksi awal di rumah Pak Terry untuk melihat bagaimana ia melakukan aksinya ketika mengambil di rumah yang letaknya tak di pinggiran sungai. Barang bukti yang kami dapatkan hanya dompet, ikat pinggang dan handphone. Menurut Dd, uangnya telah ia gunakan untuk keperluan sehari-hari dan untuk membeli sabu yang telah dihabis dipakainya. Sementara itu, nama kedua teman Dd telah kita kantongi, kita akan tetap melakukan pengembangan kasus karna mungkin saja ada tempat lain yang juga menjadi korban pencurian yang dilakukan Dd serta komplotannya. Untuk pelaku akan kita kenakan pasal 363 ayat 1 ke 3, 4 dan 5 KUHP," ucapnya.<br /><br />Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sintang yang merupakan salah satu korban pencurian yang dilakukan Dd serta temannya mengaku prihatin dan berharap pihak kepolisian memproses pelaku sesuai dengan hukum yang berlaku.<br /><br />"Dalam hal ini saya berterimakasih kepada pihak kepolisian yang telah sigap dalam menangani laporan sehingga dalam waktu satu minggu pelaku sudah tertangkap. Untuk kedepan, sinergitas antar pihak kepolisian dengan masyarakat lebih ditingkatkan sehingga dapat menekan angka kriminal yang ada di Kabupaten Sintang khususnya. Saya berharap pelaku dapat dihukum sesuai dengan hukum yang berlaku karena hal ini sangat tak dibenarkan, mencari kesenangan pribadi dengan mengambil hak orang lain tentu sangatlah tidak terpuji. Untuk itu, saya mengajak masyarakat untuk bersama-sama dalam memberikan pendidikan baik secara formal maupun informal sehingga terbentuk karakter yang terpuji," tukasnya.(KN)</p>