SPN Untuk Penuhi Target Perpajakan

oleh

Penerimaan dari sektor perpajakan di RAPBN 2012 ditargetkan sebesar Rp 1.019,3 Triliun. Salah satu upaya yang dilaksanakan untuk mencapai target tersebut adalah dengan melakukan pemutahiran wajib pajak melalui kegiatan sensus pajak nasional. <p style="text-align: justify;">Demikian disampaikan Kepala Kantor Pelayanan Pajak Pratama Sintang Suryono Aribowo, saat memberikan sambutan dalam acara peluncuran pelaksanaan Sensus Pajak Nasional di asrama Haji, Jumat (30/09/2011).<br /><br />Sensus Pajak Nasional yang akan dilaksanakan tersebut, lebih kepada upaya untuk melakukan pemutahiran data  dari wajib pajak yang ada, dalam upaya untuk memenuhi target pencapaian disektor perpajakan<br /><br />“Kegiatan Sensus Pajak Nasional yang dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia ini, merupakan pelaksanaan tugas pokok dan fungsi dari Direktorat Jendral Pajak berupa pendataan dan pemutahiran data dari wajib pajak,” kata Suryono Aribowo. <br /><br />Sebelumnya, lanjut Suryono kegiatan seperti ini dilakukan secara sporadis diwilayah-wilayah kerja Kantor Pelayanan Pajak. Tujuan dari kegiatan SPN  adalah untuk meningkatkan efektifitas pelaksanaan dan fungsi pendataan.<br /><br />“Melalui sensus pajak nasional ini, kegiatan pendataan dan pemutahiran wajib pajak bertujuan untuk meningkatkan efektifitas pelaksanaan dan fungsi pendataan. Efeknya adalah pada tingkat kepatuhan dari masyarakat wajib pajak,” katanya.<br /><br />Program ini, lanjutnya sangat bernilai strategis karena akan semakin meningkatnya target penerimaan pajak dalam APBN. <br /><br />“Sebagai ilustrasi, kenaikan target penerimaan pajak di KPP Pratama Sintang ini pada tahun 2011 targetnya Rp 347,617 miliar yang meningkat lebih dari 12% , dari realisasi tahun 2010 Rp 309,086 miliar,” ungkapnya.<br /><br />Meskipun Sensus Pajak Nasional ini bernilai strategis, pihaknya menyadari jika dalam  pelaksanaan SPN tidak akan berjalan mulus.<br /><br />“Akan ada resiko berupa penolakan dari anggota masyarakat yang menjadi sasaran dari sensus. Untuk itu kami meminta dukungan dari pemerintah daerah dalam mensukseskan sensus pajak nasional,” tambahnya.<br /><br />Suryono menjelaskan pula jika Sensus Pajak Nasional ini akan dilakukan secara bertahap mulai Oktober 2011 (Oktober-November 2011) yang kemudian dilanjutkan pada Oktober 2012, yang diharapkan dapat mencakup pada semua objek sensus yang ada diwilayah kabupaten Sintang.<br /><br />Untuk KPP Pratama Sintang, lanjutnya sektor yang dominan dalam pembayaran pajak adalah dari sektor Pemerintah, Perkebunan, Pertanian dan Kehutanan. Dan Yang terbesar adalah penyetoran dari sektor pemerintahan.<br /><br />“Pemenuhan kewajiab yang dipotong oleh para bendaharawan. Disitu adalah merupakan hasil dari pemotongan atau pemungutan pajak atas realisasi DIPA anggaran baik dari APBD maupun APBN. Semua tergantung dari satuan kerjanya apakan instansi vertikal atau SKPD,”jelasnya<br /><br />Sensus pajak nasional ini, kata Suryono mekanismenya sama dengan sensus-sensus lain pada umumnya yakni melalui wawancara sesuai dengan formulir khusus yang sudah dipersiapkan. Isinya berupa data-data dari wajib pajak mulai dari identitas wajib pajak kemudian bangunan tempat tinggal.<br /><br />Hingga saat ini wajib pajak disintang tercatat sebanyak kurang lebih 35 ribu wajib pajak, yang mayoritasnya adalah wajib pajak orang pribadi yang mencapai 80%.<br /><br />Dirinya juga mengucapakan terima kasih kepada semua wajib pajak dikabupaten Sintang yang telah melaksanakan kewajibannya. <br /><br />“Dan bagi yang belum kami menghimbau serta mengajak membayar pajak dan kami siap memberikan pelayanan yang baik,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>