SPORC Musnahkan Temuan Kayu Ilegal TWA Sambas

oleh

Satuan Polisi Hutan Reaksi Cepat (SPORC) Kalimantan Barat musnahkan puluhan batang kayu olahan hasil aktivitas penebangan liar di kawasan Taman Wisata Alam Gunung Melintang, Kabupaten Sambas. <p style="text-align: justify;">"Dalam operasi pengamanan kawasan hutan konservasi pada tahun 2013, di kawasan TWA Gunung Melintang, Kecamatan Sajingan Besar, Kabupaten Sambas, kami menemukan tumpukan kayu olahan hasil aktivitas ilegal," kata Kepala Unit Operasi SPORC Kalbar Hari Novianto saat dihubungi di Pontianak, Kamis.<br /><br />Hari menjelaskan bahwa kegiatan operasi yang dilaksanakan mulai 10–14 April 2013, mengamankan sebanyak 70 batang kayu olahan jenis belian dan meranti, dan sepuluh kayu jenis log, 60 bekas tebangan, serta dua unit bagan atau rumah tempat istirahat para penebang hutan secara liar tersebut.<br /><br />"Hasil temuan tersebut, semuanya kami musnahkan dengan cara dipotong-potong menggunakan gergaji mesin agar kayu-kayu tersebut tidak bisa lagi dimanfaatkan," ungkap Hari.<br /><br />Kepala Unit Operasi SPORC Kalbar menambahkan, dalam operasi tersebut pihaknya tidak berhasil mengamankan para penebang hutan secara liar karena jarak kawasan TWA Gunung Melintang dengan Kota Pontianak relatif cukup jauh, yakni sepuluh jam perjalanan menggunakan kendaraan roda empat, serta sekitar sepuluh jam lagi menggunakan jalan kaki.<br /><br />"Akibat jauhnya lokasi operasi yang mau dituju sehingga kehadiran kami sudah mereka ketahui," ungkapnya.<br /><br />Dari informasi yang didapat di lapangan, aktivitas penebangan hutan secara liar di kawasan TWA Gunung Melintang sudah berlangsung sejak Januari 2013, katanya.<br /><br />Luas kawasan Taman Wisata Alam Gunung Melintang di Kabupaten Sambas sekitar 17.641 hektare dengan kondisi hutan yang masih relatif cukup bagus, kata Hari.<br /><br />Menurut Hari, pemusnahan kayu hasil aktivitas penebangan hutan secara liar yang ditemukan di kawasan TWA sudah diatur di dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya. <strong>(das/ant)</strong></p>