Sriwijaya Air Segera Beroperasi Di Bandara Sampit

oleh
oleh

Perusahaan penerbangan Sriwijaya Air bakal meramaikan dunia transportasi udara di Bandara Haji Asan Sampit untuk melayani masyarakat Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, dan sekitarnya. <p style="text-align: justify;">"Kemarin mereka (Manajemen Sriwijaya Air) datang lagi dan intinya sudah siap. Mereka lagi mencari tempat untuk kantor dan kargo, mudah-mudahan bisa cepat," kata Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Kotim H Fadlian Noor di Sampit, Rabu.<br /><br />Pihak Sriwijaya Air yang dipimpin District Manager Hendrik Ardiansyah bertemu jajaran Dishubkominfo Kotim untuk memantapkan persiapan sebelum mereka beroperasi melayani penerbangan di daerah ini.<br /><br />Direncanakan, maskapai ini mulai beroperasi pada 12 Desember, namun jika semua persiapan sudah selesai maka akan lebih baik jika operasionalnya dipercepat untuk membantu melayani jasa transportasi udara.<br /><br />Sebelum memutuskan untuk beroperasi pihak Sriwijaya Air sempat mempertanyakan potensi pasar jasa transportasi udara di daerah ini, namun Dishubkominfo mampu meyakinkan bahwa prospeknya sangat bagus.<br /><br />"Mereka sempat membandingkannya dengan penumpang kapal laut, tapi kami meyakinkan bahwa masing-masing ada pangsa pasarnya. Apalagi jika selisih harga tiket pesawat tidak jauh dibanding tiket kapal laut, pasti penumpang akan memilih," kata Fadlian.<br /><br />Fadlian berharap makin banyak maskapai yang tertarik beroperasi di Bandara Haji Asan Sampit karena pengguna jasa transportasi udara di daerah ini cenderung meningkat sehingga menjadi pangsa pasar bagi perusahaan penerbangan.<br /><br />Selain itu, makin banyak maskapai yang beroperasi, maka akan terjadi persaingan tarif secara sehat dan akan menguntungkan penumpang. Saat ini hanya ada satu maskapai yang beroperasi di bandara ini yaitu Kalstar Aviation yang melayani tujuan Jakarta, Surabaya, Semarang dan Banjarmasin.<br /><br />Sebelumnya, juga ada maskapai lain yang tertarik beroperasi di Bandara Haji Asan, yaitu Lion Air dan Sukhoi, namun hingga kini belum ada tindak lanjutnya. Masyarakat berharap makin banyak maskapai yang beroperasi sehingga makin banyak pilihan. (das/ant)</p>