Stabilkan Tower Seluluer Nanga Man

oleh

Towar salah satu perusahaan selulur di Desa Nanga Man beberapa hari belakangan tidak aktif. <p style="text-align: justify;">Akibatnya, beberapa desa yang menggunakan handphone (HP) pemancar Nanga Man ini tidak dihubungi dan menghubungi, sebab HP tidak bersignal.<br /><br />“HP kita tidak bersignal. Jadi susah mau menghubungi kawan. Kawan pun susah menghubungi kita. Karena jaringan tower di Nanga Man tidak aktif. Ini bukan hanya terjadi saat ini, tetapi sering terjadi,” kata warga Desa Nanga Kebebu, Nicky, kemarin.<br /><br />Lantas diungkapkan Nicky, banyak urusan dirinya yang juga nyandat. Salah satunya pekerjaannya. Karena Nicky dan mitra kerjanya tidak bisa berhubungan. Baru bisa berhubungan setelah dirinya sampai ke ibu kota Kabupaten Melawi.<br /><br />“Udah ada  di Nanga Pinoh baru bisa berhubungan dengan HP. Kalau di kampung  tidak bisa. Tetapi kalau tower Nanga Man aktif kita bisa berhubungan dengan pihak luar dengan HP. Jadi sekarang repot,” kesalnya.<br /><br />Dia pun meminta agar pengelola tower Nanga Man agar bisa mengaktifkan fasilitas yang ada hingga bisa membuat jaringan selulur bisa digunakan sebagaimana layaknya. Sebagaimana diketahui Nicky, tower yang tidak aktif lantaran suplai listrik tidak ada. Listrik dihidupkan dengan tenaga listrik di luar listrik PLN.<br /><br />“Kita meminta komitmen pengelola selulur untuk terus meneruskan  jaringan dari tower Nanga Man. Sebab, selama ini masyarakat sudah terlanjur menggunakan kartu HP yang disediakan oleh tower Nanga Man,” harapnya.<br /><br />Bukan tidak mungkin, warga akan beralih menggunakan kartu lain. Walau jaringan agak susah, namun, kartu lain  maish ada signal. Walau didaerah tertentu saja, terutama dataran tinggi yangada di sekitar pemukimannya. <br /><br />“Kalau terus menerus seperti ini, bisa-bisa kita beralih kartu. Bukan hanya dari desa saya saja, tetapi akan ada puluhan desa yang warganya bisa beralih kepada kartu lain,” pungkasnya. (KN)</p>