STKIP Melawi Mengganti Ospek Menjadi Program Pengenalan Kehidupan Kampus

oleh

Jika sebelumnya pada penerimaan mahasiswa baru diberlakukan Ospek, namun dalam tiga tahunan belakangan ini, Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Melawi mengganti ospek menjadi program Pengenalan Kehidupan Kampus Bagi Mahasiwa Baru (PKKMB). <p style="text-align: justify;">"Kegitan ini merujuk dari Belmawa Dikti. Dimana dengan PKKMB ini, mahasiswa diberi materi-materi dalam memperkenalkan kampus.  Materi yang diberikan juga berbagai macam yang mana tujuannya juga untuk menambah wawasan,” kata Bagian Kemahasiswaan STKIP Melawi, Nur Sulitio, ditemui di kantornya, Senin (18/9).<br /><br />Lebih lanjut Nur mengatakan, Kegiatan PKKBM tersebut, merujuk pada surat sekretaris jenderal nomor 2440/A.A2/TU/2017 tanggal 2 Juni 2017 tentang pedoman Pembinaan Kesadaran Bela Negara dalam kegiatan pengenalan kampus bagi mahasiswa baru. Kemudian berdasarkan rujukan surat edaran direktur jenderal pembelajaran dan kemahasiswaan nomor 253/B/SE/VIII/2016 tentang PKKMB, serta hasil Focus Group Discussion (FGD) Pimpinan Perguruan Tinggi bidang Kemahasiswaan pada tanggal 6 Juli 2017, bersama ini disampaikan penyempurnaan panduan umum PKKMB. <br /><br />PKKMB bertujuan untuk memperkenalkan, mempersiapkan dan mengakselerasi mahasiswa baru dalam proses transisi menjadi mahasiswa yang sadar akan hak dan kewajibanya, memuat antara lain tentang sistem pendidikan tinggi kegiatan akademik dan kemahasiswaan serta kebijakan kampus, serta materi bela negara, radikalisme, penyaahgunaan narkoba sehingga dapat mendukung keberhasilan studinya di perguruan tinggi. <br /><br />PKKMB merupakan tanggung jawab pimpinan perguruan tinggi, yang didukung oleh dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa. Untuk itu, implementasi PKKMB perlu diperkuat dengan peraturan internal perguruan tinggi untuk menghindari pelanggaran atas tata tertib, norma dan etika, serta hukum, terutama terkait dengan pencegahan dan penanggulangan perpeloncoaan, kekerasan dan hal-hal lain yang dapat mengancam tata kehidupan kampus serta kokohnya NKRI.<br /><br />Kegiatan ini, lebih banyak pemberian materi di ruangan. Untuk diluar lebih kepada pengenalan alam dan untuk pelatihan PBB. <br /><br />“Untuk kegiatan ini dilaksanakan selama tiga hari, dilanjutkan dengan materikulasi dua hari,” paparnya. <br /><br />Ketua STKIP Melawi, Sukardi, MPd mengatakan, sebelum mahasiswa baru mengikuti perkuliahan, terlebih dahulu akan mengikuti program Pengenalan Kehidupan Kampus Bagi Mahasiswa Baru (PKKMB).<br /><br />“PKKMB yakni  bentuk-bentuk kegiatan pembelajaran bagi para mahasiswi/a baru dalam rangka pengenalan kebiasaan-kebiasaan kehidupan kampus yang penuh dengan dinamika pembelajaran,olah pikiran, fisik, rasa, keterampilan akademis, social, personal, emosional dan vokasional,” katanya ditemui di ruangan kerjanya. <br /><br />Kegiatan PKKMB ini, kata Sukardi, bukan suatu bentuk tindakan kekerasan (peloncoan), melainkan suatu kegiatan yang dirancang dengan proses pembelajaran yang menarik, unik, serta menyenangkan bagi mahasiswi/a, dengan tujuan untuk membentuk kebiasaan-kebiasaan baik sebagai mahasiswi/a seperti  sikap disiplin, kreatif, inovatif, partisipatif, tenggang rasa, dan demokratis. <br /><br />“Demi tercapainya tujuan tersebut, kampus STKIP Melawi melaksanakan PKKMB dengan menggunakan metode baru yang divariasikan dalam bentuk ceramah, dinamika kelompok, penugasan, diskusi, problem solving, curah gagasan, dalam kerja, simulasi, demontrasi yang tersistem dalam out-bond,” ucapnya.<br /><br />Sementara itu Ketua Panitia PKKMB, Ketua Panitia, Ahmad Khoiri, MPd mengatakan, dalam pemberian materi, pihak STKIP bekerjasama dengan pihak luar seoerti TNI, Polri, Kemenag dan Disdikbud Melawi serta bagian ITE dibidang informatika.<br /><br />“Untuk pemateri, dari Komramil Nanga Pinoh memberikan materi tentang Pilar Kebangsaan, dari Polres membeerikan materi tentang bahaya narkoba, radikalisme, terorisme, dan tindak pidana korupsi. Kemudian dari Kemenag melawi memberikan materi tentang kerukunan umat beragama, dan dari Disdikbud memberikan materi tentang peluang kerja lulusan perguruan tinggi. Selain itu, kami juga memberikan materi tentang menggunakan Medsos secaara positif, itu dari bidang ITE,” pungkasnya. (KN)</p>