Keberadaan Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Persada Khatulistiwa, di daearah, merupakan instrument penting terutama dalam mengatasi kekurangan guru. Mengingat masih rendahnya ketersediaan Sumber Daya Manusia (SDM), di daerah ini dan merupakan persoalan yang harus di tangani serius, maka perguruan tinggi di tuntut harus mampu mempersiapkan dan menciptakan SDM yang berkualitas guna meningkatkan persaingan global. <p style="text-align: justify;">Maka ini semua selain memiliki visi dan misi serta implementasi yang jelas, perguruan tinggi juga harus menerapkan manajemen ilmiah dan pola manajemen modern sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, ungkap Drs. Yat Lukman Riberu, M.Si, Ketua Yayasan Pendidikan Karya Bangsa Sintang, yang juga sebagai Kadis Dinas Pendidikan Kabupaten Sintang, beberapa waktu yang lalu.<br /> <br />Ditambahkannya, mendirikan sebuah perguruan tinggi di Kabupaten Sintang merupakan prestasi tersendiri bagi kami, karena melalui STKIP-PK ini adalah, suatu wujud nyata kepedulian Yayasan Pendidikan Karya Bangsa, untuk mendidik para mahasiswa-mahasiswi untuk meningkatkan mutu sebagai seorang guru yang handal dan manfaatnya sangat besar bagi dunia pendidikan guna mencerdaskan kehidupan bangsa.<br /> <br />Namun hal ini tidaklah cukup hanya dengan mendirikan sebuah lembaga, kalau tidak di dukung oleh semua pihak, juga harus mampu mengembangkan kapasitas individu menjadi manusia yang memiliki kecerdasan intelektual, spiritual, dan emosional. <br /><br />Sementara Ketua Jurusan PPKn STKIP Persada Khatulistiwa, Herimaturida,S.Pd,M.Pd mengatakan, keberadaan STKIP Persada Khatulistiwa di Kabupaten Sintang, sangat mendukung sekali, mengingat masih kurangnya tenaga pengajar di daerah, sehingga dengan adanya perguruan tinggi ini, mahasiswa yang ingin menjadi guru tidak perlu harus keluar daerah, dan hasilnyapun sama, dan dosen-dosennya pun sudah mempunyai pengalaman yang tidak di ragukan dalam memberi mata kuliah, walau di STKIP Persada Khatulistiwa ini masih ada fasilitas yang kurang, saya rasa itu tidak jadi masalah, karena saya beranggapan kalau kita pergi keluar daerah, otomatis biayanya mahal apalagi dengan krisis global yang kita rasakan saat ini, ungkapnya. <strong>(*)</strong></p>















