Stok Beras Lokal Kalbar Aman

oleh

Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Kalimantan Barat Hazairin Haderi memastikan stok beras lokal di provinsi itu aman meskipun jalur masuk ke Pelabuhan Dwikora Pontianak terputus sejak dua pekan terakhir. <p style="text-align: justify;">"Tidak ada masalah untuk stok beras, sekarang saja sedang masa panen," kata Hazairin di Pontianak, Kamis (03/03/2011). <br /><br />Ia menegaskan, memasuki bulan Maret ini kondisi beras di Kalbar merupakan bulan surplus. "Dari sisi panen, beras yang terserapo justru mengalami surplus sejak Januari, Februari hingga memasuki Maret ini," katanya. <br /><br />Mantan Kepala Dinas Urusan Pangan Kota Pontianak itu mengatakan, jika dihitung kasar dari Januari hingga April 2011 mendatang diperkirakan akan ada sekitar 700 ton lebih gabah kering. <br /><br />"Jumlah tersebut diperkirakan dapat menghasilkan 500 ribu ton beras, jadi jangan khawatir," kata Hazairin. <br /><br />Ia menilai, data stok beras yang diungkapkan Badan Logistik Kalbar itu merupakan kebutuhan untuk beras masyarakat miskin (raskin) dan kebutuhan masyarakat perkotaan. <br /><br />Sebelumnya, Kepala Perum Bulog Divisi Regional Kalbar Muhammad Hasyim mengatakan akibat terlambatnya evakuasi Kapal Layar Motor Rahmatia Sentosa di alur Sungai Kapuas setelah tenggelam pada Kamis (10/2), kapal-kapal Bulog yang membawa beras untuk provinsi itu belum berangkat dari Jakarta. <br /><br />Menurut Hasyim, kapal-kapal itu memilih menunggu di Pelabuhan Tanjung Priok sampai kondisi Pelabuhan Dwikora Pontianak kembali normal. <br /><br />Rencananya, kata Hasyim, kapal-kapal itu akan memasok sebanyak 15 ribu ton beras. Setiap kapal bermuatan sekitar tiga ribu ton. "Dengan muatan tersebut tidak akan dapat melewati muara Pelabuhan Pontianak," ungkap Hasyim. <br /><br />Tidak hanya itu, lanjut Hasyim, Bulog juga akan mendatangkan tambahan pasokan beras dari Jawa Timur sebanyak 3.200 ton. <strong>(phs/Ant)</strong></p>