Stok Daging Kaltim Capai 10.698 Ton

oleh

Stok daging sapi, kambing dan ayam di Provinsi Kalimantan Timur mencapai 10.698 ton, sehingga diyakini mampu mencukupi kebutuhan masyarakat setempat selama Ramadhan hingga setelah Hari Raya Idul Fitri. <p style="text-align: justify;">"Rincian stok daging sebanyak itu diperoleh dari peternakan lokal maupun dari luar daerah, seperti sapi sebanyak 14.408 ekor, kambing 9.448 ekor, ayam sebanyak 8.194.604 ekor, dan daging beku sebanyak 265 ton," kata Kepala Dinas Peternakan Provinsi Kaltim Dadang Sudarya di Samarinda, Kamis.<br /><br />Dadang yang didampingi Kabid Pasca-Panen dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet) Sri Winarni, melanjutkan untuk kebutuhan telur juga dipastikan aman karena stoknya melebih perkiraan kebutuhan warga.<br /><br />Menurut ia, stok telur yang ada di sejumlah agen mencapai 2.810 ton, sementara prediksi kebutuhan sebanyak 2.715 ton sehingga masih kelebihan 2.095 ton. Ini berarti sampai satu pekan setelah lebaran stok telur masih ada.<br /><br />Untuk perkiraan kebutuhan daging sapi selama Ramadhan, lanjut dia, jika setelah dipotong maka jumlah dagingnya akan setara dengan 2.206 ton, sementara jumlah stoknya setara dengan 2.262 ton sehingga masih lebih.<br /><br />Stok kambing siap potong yang ada di peternakan maupun yang didatangkan dari luar daerah setara dengan 128 ton, sedangkan perkiraan kebutuhannya sebanyak 112 ton sehingg masih kelebihan 16 ton daging kambing.<br /><br />Jumlah sebanyak itu, lanjut dia, bukan merupakan stok yang saat ini semuanya sudah ada di Kaltim, tetapi sebagian masih dalam proses perjalanan menggunakan kapal dari daerah asal peternakan.<br /><br />Misalnya, ternak sapi yang didatangkan dari Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Selatan, Palu, dan Jawa Timur totalnya sekitar 75 persen, kemudian yang mampu disiapkan peternak lokal sekitar 25 persen.<br /><br />Untuk ternak kambing yang didatangkan dari Jawa Timur, Palu, dan Sulsel sekitar 57 persen, sedangkan kambing yang mampu disiapkan peternak lokal sekitar 43 persen.<br /><br />Ayam ras yang didatangkan dari Jatim dan Sulsel sekitar 9,3 persen, sementara yang mampu disiapkan peternak lokal jauh lebih banyak yang mencapai 90,7 persen.<br /><br />Untuk telur ayam ras baik yang disiapkan peternak lokal maupun yang didatangkan dari luar daerah hampir imbang, yakni telur yang didatangkan dari Jatim dan Sulsel sebanyak 54,9 persen dan yang disiapkan peternak lokal sebanyak 45,1 persen. (das/ant)</p>