Stok Daging Menjelang Lebaran Cukup

oleh

Disperindagkop dan UKM Kabupaten Sintang meminta pedagang tak menaikkan harga terlalu tinggi menjelang hari raya, terutama harga daging sapi. <p style="text-align: justify;">Kepala bidang perdagangan dan pasar Dinas perdagangan  (Disperindagkop) kabupaten Sintang, H Junaidi mengungkapkan pihaknya sejak awal sudah meminta pedagang untuk tak memanfaatkan siatuasi hari raya untuk mendapatkan keuntungan yang besar, apalagi saat ini sapi potong sulit di dapat di Sintang.<br /><br />"Sejak awal sudah kita imbau agar tak menaikkan harga terlalu tinggi, naiknya harga ini karena tingginya permintaan dan sapi potong yang kurang," ujar Junaidi Senin, (5/8/2013)<br /><br />Ia juga meminta kepada pedagang agar tak memasok daging sapi ilegal, pihaknya akan menindak pedagang yang nakal dengan menjual daging ilegal.<br /><br />"Kalaupun daging ilegal ini ada yang masuk, selain pedagang, petugas karantina juga kita pertanyakan pengawasannya di karantina entikong. Mengapa bisa lewat," ungkap Junaidi.<br /><br />Kabid peternakan Dinas pertanian peternakan dan Perikanan Kabupaten Sintang, Ir Wiryono  memastikan stok sapi untuk lebaran cukup. Sebab pedagang mendatangkan sapi dari luar Sintang.<br /><br />Pihaknya juga akan terus memantau peredaran daging ilegal di pasaran sebab dilarang.<br /><br />"Satu sisi memang adanya daging  ilegal membantu kecukupan, tapi yang namanya ilegal tetap harus dilarang. Dan asalnya juga jelas bukan dari negara yg memasok daging," katanya.<br /><br />Daging ilegal yang beberapa waktu lalu beredar diindikasi berasal dari india, dan dari segi keamanan, kesehatan, keutuhan dan kehalalannya diragukan.<br /><br />"Aman, Sehat, utuh, dan halal harus menjadi acuan utama, termasuk pemotongan hewan kita di Sintang juga kita terapkan seperti itu," katanya.<br /><br />Harga sapi di pasar Junjung Buih Sintang hingga saat ini  berkisar Rp 150 ribu, di perkirakan harga ini akan bertahan hingga jelang lebaran.  <strong>(das/Th)</strong></p>