Stok Tepung Terigu Di Kalbar 2.949 Ton

oleh
oleh

Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Kalimantan Barat mencatat saat ini stok tepung terigu sebanyak 2.949 ton atau aman hingga dan setelah Idul Fitri 1433 Hijriyah. <p style="text-align: justify;"><br />"Masyarakat tidak perlu khawatir karena menurut data kami stok tepung terigu dan gula pasir aman hingga tiga bulan ke depan," kata Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kalbar Paskaria Ema di Pontianak, Senin.<br /><br />Ia menjelaskan, harga tepung terigu yang dijual di pasar-pasar tradisional di Kota Pontianak masih cukup stabil, yakni seharga Rp7 ribu/kilogram hingga Rp8 ribu/kilogramnya, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir dengan melakukan pembelian tepung terigu dan gula pasir dalam jumlah banyak, karena stok mencukupi.<br /><br />Dalam kesempatan itu, dia menyatakan, stok gula pasir di provinsi itu hingga saat ini sebanyak 13.430 ton atau aman hingga tiga bulan ke depan.<br /><br />Menurut Paskaria, angka itu didapat dari pelaku usaha sebanyak 3.680 ton per Juli 2012, kemudian rekom dari Mei 2012 sebanyak 4.750 ton, serta PT Asia sebagai distributor resmi gula pasir di Kalbar, tercatat sebanyak 5.000 ton, sementara kebutuhan gula pasir masyarakat Kalbar per bulan hanya sebanyak 5.740 ton.<br /><br />"Sehingga masyarakat tidak perlu khawatir. Apalagi harga jual gula pasir saat ini masih stabil pada kisaran Rp12.125 per kilogram," jelas Paskaria.<br /><br />Harga itu, jelasnya, mengalami kenaikan sebesar 5,40 persen dibandingkan dengan sebelumnya yang hanya sebesar Rp11.525 per kilogramn.<br /><br />Paskaria menjelaskan, meski pun data gula pasir tercatat di Disperindag Kalbar, tetapi untuk Gulaku yang berasal dari luar Kalbar tidak terdata.<br /><br />"Gulaku ini kan pengiriman dari luar, masuk menggunakan kontainer dan langsung ke supermarket-supermarket besar di Kalbar, sehingga tidak terdata di kami," jelasnya.<br /><br />Ia menambahkan, menjelang Idul Fitri, pihaknya akan melakukan sidak ke pasar-pasar tradisional, minimarket dan supermarket.<br /><br />"Sidak tersebut akan dilakukan secara gabungan dengan dinas instansi lain seperti BBPOM, Dinas Kesehatan, Dinas Peternakan dan lainnya untuk memantau kondisi pasar," kata Paskaria. <strong>(phs/Ant)</strong></p>