Stok Vaksin di Sintang Terbatas

oleh

SINTANG, KN – Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang dr Harisinto Linoh turut menyambut kedatangan Tim Percepatan Vaksinasi Covid-19 untuk Kabupaten Sintang di Pendopo Bupati Sintang pada Kamis, 30 September 2021.

Kepada Tim Percepatan Vaksinasi Covid-19 untuk Kabupaten Sintang, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang dr Harisinto Linoh menjelaskan bahwa seluruh negara di dunia pusing menghadapi pandemi covid-19 karena menyembuhkan dengan menggunakan obat, semuanya masih tebak-tebakan, ada yang berhasil dab ada yang tidak.

“maka langkah terakhir adalah dengan vaksinasi covid-19 untuk masyarakat dunia. Tujuan vaksinasi covid-19 adalah menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat covid-19. Jumlah kasus kematian akibat covid-19 di Kabupaten Sintang mencapai 300 kasus. Hanya 3 kasus yang terjadi, orang tersebut sudah menerima vaksin dosis pertama yang meninggal. yang dosis kedua belum ada. Sisa semuanya belum mendapatkan vaksinasi” jelas Sinto.

Lanjut Sinto, tujuan vaksin juga untuk mencapai kekebalan kelompok, melindungi dan memperkuat sistem kesehatan dan menjaga produktivitas serta meminimal dampak sosial ekonomi.

“hari ini juga sudah dilakukan vaksin di SMK Negeri 1 Sintang untuk 1.317 siswa, total siswa di sana ada 2.200 orang tetapi ada yang sudah menerima vaksin.

Kabupaten Sintang dalam capaian target vaksinasi berada di urutan ketiga di Kalimantan Barat dengan capaian 19,73 persen. Pontianak nomor pertama dengan capaian 44, 56 persen, urutan ketiga Kota Singkawang.

Untuk vaksinasi tenaga kesehatan di Sintang dosis pertama sudah 123 persen, dosis kedua sudah 118 persen dan dosis ketiga sudah 72,20 persen.

“Petugas publik di Sintang sudah 104 persen sudah menerima dosis pertama, dosis kedua baru 79 persen. Banyak pelayanan publik setelah menerima vaksin dosis pertama lalu tidak mau lagi menerima dosis kedua. Mereka menganggap, nanti saja. Vaksinasi lansia baru 16, 53 persen. Lansia sulit divaksin karena takut dan memiliki penyakit. Padahal bagi lansia yang memiliki penyakit tetapi selalu di kontrol, bisa divaksin” ucap Sinto. (RL)