STP Bekali 214 Mahasiswa Penelitian Kualitatif-Kuantitatif

oleh

Sekolah Tinggi Pastoral (STP) Santo Agustinus Keuskupan Agung Pontianak membekali 214 mahasiswa jenjang S1 dan S2 dengan metode penelitian kualitatif dan kuantitatif. <p style="text-align: justify;">"Ada 214 mahasiswa yang terdiri dari 170 peserta S1 dan 44 Peserta S2 mengikuti kegiatan seminar tentang penelitian kualitatif dan kuantitatif ini. Kegiatan ini bertujuan melakukan pengembangan wawasan dosen dan mahasiswa tentang penelitian kualitatif dan kuantitatif," kata Ketua STP Santo Agustinus, Andreas Muhrotien di Sungai Raya, Sabtu.<br /><br />Dia mengatakan, dosen dan mahasiswa STP Santo Agustinus Keuskupan Agung Pontianak, baik mahasiswa program S1 maupun mahasiswa program S2 perlu dikembangkan wawasannya tentang penulisan karya ilmiah terutama dalam bidang penelitian.<br /><br />"Bidang penelitian yang kita maksudkan, yakni penelitian kualitatif dan kuantitatif. Karena dua hal tersebut sangat dianggap penting dan mendesak untuk dilaksanakannya pelatihan secara dini," katanya.<br /><br />Andreas pun menyatakan, dalam pengembangan penalaran dosen dan mahasiswanya tidak hanya dilakukan dengan melalui pelatihan akan tetapi dapat juga dilaksanakan dengan cara seminar-seminar.<br /><br />"Seperti yang saat ini kita adakan, melalui seminar ini saya rasa lebih mudah untuk dosen dan mahasiswa memahaminya. Maka ke depan kegiatan seminar-seminar akan kita tingkatkan lagi, guna mengembangkan wawasan dosen dan mahasiswa," katanya.<br /><br />Untuk seminar musik liturgi dalam masyarakat pluralisme di Indonesia, lanjut Adreas, musik liturgri ini diciptakan khusus untuk ibadah, yang mana litugri itu pada awalnya adalah karya publik.<br /><br />"Mengingat betapa pentingnya kedudukan liturgi dan musik liturgi dalam kehidupan iman orang Katolik, maka untuk mendorong hal itu, ia beserta pihak STP Santo Agustinus melakukan seminar musik liturgi dalam masyarakat plural di Indonesia. Pihaknya juga telah menambah program studi baru di STP Santo Agustinus yakni, program studi musik liturgi dan budaya," kata Andreas.<br /><br />Dia mengatakan, peningkatan wawasan dosen dan mahasiswanya tentang budaya, agama dan musik liturgi dalam masyarakat Indonesia yang pluralitis dirasakan sangat perlu, terlebih lulusan STP tersebut nantinya akan menjadi tenaga pendidik agama Katolik.<br /><br />"Dalam seminar ini, kita mengundang tiga nara sumber yakni, Prof Dr Irawan Abdullah dari Universitas Gadjah Mada, Prof Dr Marzuki dari FKIP Universitas Tanjungpura (Untan) dan Peter Dr William Chang, OFM Cap dari STT Pastor Bonus," tuturnya.<br /><br />Menurutnya, kegiatan serupa sudah sering dilakukan. Meskipun demikian ia ingin menanamkan kepada para dosen dan mahasiswanya agar paham tentang budaya, agama dan musik. <strong>(phs/Ant)</strong></p>