Sultan: Atlet Tak Bisa Hanya Andalkan Teknis

oleh

Atlet tidak bisa hanya mengandalkan aspek teknis untuk meraih prestasi dalam suatu kejuaraan, karena faktor nonteknis juga sangat berpengaruh saat bertanding, kata Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X. <p style="text-align: justify;">"Faktor nonteknis bagi seorang atlet sangat berpengaruh ketika berlaga dan berjuang untuk meraih prestasi memenangi pertandingan maupun merebut kejuaraan," katanya di Bangsal Kepatihan Yogyakarta, Rabu.<br /><br />Jadi, menurut dia pada penyerahan penghargaan dan bonus kepada pelatih dan atlet DIY peraih medali PON XVIII dan Peparnas XIV-2012, seorang atlet juga harus memperhatikan faktor nonteknis saat bertanding.<br /><br />"Penguasaan aspek teknis yang dipahami oleh pelatih terhadap teknik-teknik yang ada pada masing-masing cabang olahraga dan diinstruksikan kepada atlet itu penting, tetapi faktor nonteknis juga harus menjadi perhatian," tuturnya.<br /><br />Ia mengatakan pembinaan mudah dilakukan tetapi merebut dan meraih prestasi dalam suatu kejuaraan itu tidak mudah karena dipengaruhi faktor teknis dan nonteknis. Oleh karena itu menjelang bertanding beban nonteknis yang dihadapi para atlet harus dihindari dan diminimalkan.<br /><br />"Misalnya, pada saat atlet mau bertanding, di rumah ada persoalan keluarga, saya yakin atlet akan bertanding dalam suasana yang tidak baik. Ketika atlet sedang berlatih kemudian disuruh pulang karena ada persoalan di rumah, saya yakin goncangan psikologis untuk berlatih dengan serius juga terganggu," ucapnya.<br /><br />Ketua Umum KONI DIY GBPH Prabukusumo mengatakan penghargaan dan bonus diberikan kepada pelatih dan atlet peraih 10 medali emas, 12 medali perak, dan 16 medali perunggu dari 17 cabang olahraga yang dipertandingkan dalam PON XVIII.<br /><br />Ke-17 cabang olahraga itu antara lain aeromodelling, balap sepeda, biliar, catur, karate, panjat tebing, renang, tenis lapangan, terjun payung, taekwondo, panahan, wushu, terbang layang, gantole, dan voli pasir putra.<br /><br />Menurut dia atlet peraih medali emas memperoleh bonus sebesar Rp100 juta, medali perak Rp50 juta, dan medali perunggu Rp25 juta. Raihan medali tersebut tidak bisa mewujudkan target 10 besar.<br /><br />"DIY pada PON tahun ini hanya menempati peringkat 14, turun satu tingkat dari PON sebelumnya," katanya.<strong> (das/ant)</strong></p>