Sumbar Sajikan Buah Unggulan Dalam Penas

oleh

Balai Penelitian Tanaman Buah Tropika (BPTBT) Sumatera Barat (Sumbar) menyajikan berbagai varietas buah unggulan dalam demplot pertanian di Pekan Nasional (Penas) Petani Nelayan di Tenggarong Seberang, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur (Kaltim). <p style="text-align: justify;">"Ada beberapa varietas buah yang kami bawa, namun yang paling diunggulkan pisang Kepok Tanpa Jantung (Tanjung), semangka, melon, dan pepaya Merah Delima," ujar Kepala BPTBT Sumbar Catur Hermanto di lokasi demplot pertanian Penas, Tenggarong Seberang, Minggu.<br /><br />Dia mengatakan, diperolehnya berbagai varietas itu merupakan upaya inovasi dan penelitian dari sejumlah peneliti di balai yang dipimpinnya itu. Sedangkan BPTBT Sumbar merupaka Unit Pelaksana Teknis (UPT) yang berada di bawah naungan Kementerian Pertanian.<br /><br />Penelitian untuk menghasilkan bibit unggul tersebut dimulai sejak 2005 yang dimulai dari meneliti berbagai jenis pepaya. Selanjutnya, dari hasil berbagai persilangan kemudian menghasilkan pepaya Merah Merah Delima.<br /><br />Jenis pepaya ini dapat ditanam di semua daerah di Indonesia dan tumbuh subur di dataran rendah sampai dengan dataran tinggi, yakni sekitar 1000 meter diatas permukaan laut (dpl).<br /><br />Menurutnya, pepaya Merah Delima dapat ditanam dengan jarak tanam 2×2 meter, sehingga produksi per hektare dapat lebih tinggi. Pepaya ini dapat dipanen pada umur 7-8 bulan setelah tanam dan umur produktifnya dapat mencapai 2-3 tahun.<br /><br />Untuk pisang kepok Tanjung lanjut dia, merupakan pisang yang tidak memiliki jantung yang memiliki masa panen sampai 430 hari. Sedangkan potensi hasilnya atau panen bisa mencapai 20 ton per hektare.<br /><br />Dia sangat menganjurkan petani pisang agar mengembangkan jenis pisang Tanjung ini karena rasanya lebih legit dan cukup tahan dengan hama penyakit. Namun ada satu jenis penyakit yang rawan menyerang tanaman ini, yakni penyakit darah.<br /><br />Disebut penyakit darah karena saat buah dipotong akan mengeluarkan getah berwarna merah yang mirip darah yang sebelumnya ditandai dengan daun layu.<br /><br />Jika dalam satu kawasan yang terdapat berbagia varietas pisang, kemudian ada indikasi bakal terserang hama penyakit darah, maka yang paling awal diserang adalah pisang Tanjung karena pisang ini rentan dengan penyakit tersebut.<strong> (das/ant)</strong></p>