Sungai Buluh dan Kempadik Gelar Sengkalan Batu

oleh

Ritual Sengkalan Batu yang merupakan tradisi masyarakat Dayak Ibanic Group, selalu dilaksanakan pada setiap akan melaksanakan pekerjaan berskala besar. <p style="text-align: justify;">Mulai dari membangun bendungan irigasi, jembatan baja, bahkan bangunan gedung Gereja.<br /><br />Upacara ritual ini, juga dilakukan pada setiap akan dilaksanakannya pekerjaan perdana land-clearing oleh investor perkebunan sawit. Sebagaimana dilakukan masayarakat Dusun Meruas Jaya Desa Sungai Buluh Kecamatan Tempunak baru-baru ini, terhadap kegiatan PT. Prima Sawit Andalan (PSA) dan PT Kencana Alam Permai (KAP).<br /><br />Terkait kegiatan tersebut, pihak Manajemen PT PSA dan PT KAP, Subianto, yang menemui kalimantan-news hari Selasa (23/4/2013) mengungkapkan, bahwa dirinya sependapat kegiatan tradisi ini harus didukung penuh oleh pihak investor, sebagai bagian dari kepedulian bersama terhadap budaya dan kearifan lokal.<br /><br />Banyak pesan moral yang disampaikan para pengku adat dalam acara ini. Yang pada intinya, berpesan agar terjadinya pro dan kontra terhadap kehadiran perkebunan sawit, disikapi dengan saling menghargai. Sebagaimana dipesankan oleh Ketua Adat setempat, Kuyuk, dan Temenggung Tempunak Bagian Hulu, Lukas Bandar. Dalam hal ini, para pemangku adat tersebut sedapatnya akan berbuat netral, karena kedua belah pihak yang pro maupun yang kontra, adalah masyarakatnya juga.<br /><br />“Namun, secara tegas para pemangku adat juga mewanti-wanti pihak investor. Agar didalam operasionalnya tidak sembarangan dan harus melibatkan masyarakat setempat. Tujuannya, agar tidak terjadi kesalahan berkaitan dengan tata-batas. Perusahaan juga diminta harus menghormati hak-hak pribadi dan hak-hak adat, serta jangan main gusur sembarangan”, ungkap Subianto.<br /><br />Ketua Departemen Corporate Sosial dan Responsibility Wilayah Agro 2 DSN Group Kalimantan Barat ini manambahkan. Dihari yang sama, di Desa Kempadik pemekaran dari Desa Sekujam Timbai Kecamatan Sepauk, juga dilangsungkan upacara ritual yang sama. Ritual ini, berkaitan dengan dimulainya kegiatan operasional PT KAP diwilayah tersebut.<br /><br />“Kami akan menjaga hubungan baik dengan masyarakat, baik terhadap yang pro maupun yang kontra. Semua pihak akan dijadikan sahabat dalam membangun kebun sawit dikedua lokasi ini”, tegas Subianto.<br /><br />Camat Sepauk, Agrianus, yang sempat dikonfirmasi Selasa sore (23/4/2013) terkait acara Sengkalan Batu di Desa Kempadik, mempersilahkan masyarakat untuk menentukan dan memutuskannya sendiri. Juga upayakan agar yang memimpin acara ritual tersebut, adalah orang-orang yang punya kapasitas dan kewenangan untuk itu.<br /><br />“Yang penting, jaga terus keharmonisan diantara warga dan tegasnya. <strong>(das/Luc)</strong></p>