Sungai Mentaya Sampit Dikelola Pemerintah Pusat

oleh

DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah mendukung rencana pemerintah pusat yang akan mengelola alur sungai Mentaya. <p style="text-align: justify;">"Pengelolaan sungai Mentaya oleh pemerintah pusat diharapkan pelestarian sumber daya alam di tepian sungai mentaya lebih terjaga " kata wakil Ketua DPRD Kabupaten Kotim, Supriadi MT di Sampit, Rabu.<br /><br />Pengelolaan alur sungai Mentaya secara profesional, selain untuk menjaga kelestarian sungai juga dapat memberikan nilai tambah bagi daerah.<br /><br />Selama ini alur sungai Mentaya memang masih kurang terjaga kelestariannya, dan masih apa adanya.<br /><br />"Selain sungai Mentaya, pemerintah pusat rencananya juga akan mengelola sungai Ketingan yang ada di kabupaten Katingan, provinsi Kelimantan Tengah (Kalteng) dan kami harap pemerintah daerah menyambut baik maksud pemerintah pusat tersebut," katanya.<br /><br />Alur Sungai Mentaya dan Katingan rencananya akan dijadikan acuan dalam penyusunan Rencana Pengelolaan Sumber Daya Air (RPSDA).<br /><br />Pemerintah daerah diharapkan untuk lebih konsisten terhadap pelestarian ekosistem alam serta melindungi biota sungai dari ancaman pembalakan liar dan perluasan area untuk industry.<br /><br />Mengacu pada UU Nomor 7 Tahun 2004, Pola SDA harus sesuai dengan sasaran dalam pengembangan kawasan pembangunan antara lain kawasan budidaya, system pusat pemukiman serta system sarana dan prasarana serta kawasan yang perlu diprioritaskan.<br /><br />Untuk itu, sebelum pelaksanaannya dilakukan perlu adanya masukan dari masyarakat lokal daerah mana saja yang perlu dilakukan perbaikan dan peningkatan serta wilayah mana saja yang merupakan daerah biota sungai asri.<br /><br />Sementara Sekretaris Daerah Kabupaten Kotim, Putu Sudharsana mengatakan, Pemerintah Daerah akan mendukung penuh pelaksanaan kegiatan itu, dan kepada SKPD terkait untuk membantu dalam pemberian data sehingga kegiatan tersebut bisa berjalan seperti yang diharapkan.<br /><br />"Pengolaahan SDA sungai Mentaya harus terlaksana dengan baik, untuk itu perlu dukungan dari semua kalangan terutama dalam memberikan data dan peta sehingga para kontraktor bisa menjalankan tugasnya dengan baik dan memberi manfaat tidak hanya untuk satu sampai dua tahun, tetapi untuk 10 sampai 20 tahun kedepan," ungkapnya.<br /><br />Sementara Kepala Dinas PU Kabupaten Kotim, Juanda menilai rencana pengelolaan alur sungai Mentaya tersebut memerlukan masukan dari semua kalangan terutama masyarakat lokal.<br /><br />Dalam penyusunan Rencana Pengelolaan Sumber Daya Air nantinya diharapkan mampu memberikan kerangka dasar dalam merencanakan, melaksanakan, memantau dan mengevaluasi kegiatan konservesi sumberdaya air, pendayagunaan SDA dan pengendalian daya rusak air.<br /><br />"Kami mengharapkan kepada semua pihak untuk memberikan masukan, tanggapan, koreksi, klarifikasi dan sanggahan terhadap hasil inventarisasi, identifikasi potensi dan permasalahan sumber daya air, " katanya.<br /><br />Pengelolaan SDA kedepannya dapat lebih memperhatikan stabilitas air sungai Mentaya yang juga merupakan sumber air minum mayarakat Kabupaten Kotim. <strong>(das/ant)</strong></p>