Sungai Ranas, Bagian Kota Sanggau Yang Terlupakan

oleh
oleh

Meskipun berada disekitar Kota Sanggau, ratusan warga Kelurahan Tanjung Kapuas Sungai Ranas Kecamatan Kapuas Kabupaten Sanggau. Hanya bisa menikmati listrik tiga hingga lima jam setiap harinya. Hal tersebut dikarenakan belum masuknya jaringan listrik PLN di wilayah mereka sehingga harus menggunakan mesin diesel untuk pasokan listrik. <p style="text-align: justify;">Wilayah Sungai Ranas, merupakan nama sebuah wilayah yang berada tepat di seberang Kota Sanggau yang dihuni oleh sekitar 170 jiwa dengan 207 kepala keluarga. Terbagi dalam dua RT yakni RT 9 dan 10, wilayah ini hanya dapat ditempuh dengan menggunakan angkutan sungai menggunakan sampan dengan tarif Rp 4 ribu untuk setiap penumpang.<br /><br />Selama ini menurut masyarakat sekitar, mereka mengandalkan pasokan listrik dari mesin diesel yang dibeli secara patungan oleh masyarakat. Dengan satu mesin dipergunakan untuk 10 hingga 15 rumah, dengan sistem perawatan mesin dan suplai BBM ditanggung secara bersama-sama oleh masyarakat yang menggunakanya.<br /><br />"Kalau BBM dalam kondisi normal, biasa listrik di sini dihidupkan mulai dari pukul 18.00 WIB hingga pukul 22.00 WIB. Namun kalau dalam kondisi langka BBM seperti sekarang ini, biasanya hanya sampai pukul 21.00 WIB listriknya sudah dimatikan mengingat untuk mendapatkan BBM cukup sulit," ungkap seorang warga RT 9 Ibrahim (70), Selasa (25/01/2011).<br /><br />Hal senada dikatakan warga yang lain Buyung (30), pada waktu-waktu tertentu menurutnya khususnya pada saat mesin diesel rusak. Tidak jarang masyarakat harus menggunakan lampu kapal, yang terkadang bisa mencapai dua bulan. Setelah berhasil diperbaiki baru pasokan listrik kembali normal, hal seperti itu menurutnya sudah terjadi puluhan bahkan sejak ratusan tahun yang lalu.<br /><br />"Untuk mesin diesel yang dibeli secara swadaya, di wilayah ini sedikitnya ada empat mesin diesel yang dibagi berdasarkan kelompok. Untuk perbaikan dan suplai BBM masyarakat biasa membayar secara urunan per rumah, dengan besaran masing-masing kelompok antara Rp 80 ribu hingga Rp 90 ribu setiap bulan," ujar Buyung.<br /><br />Ketua RT 9 Ilham, ketika dikonfirmasi dikediamanya mengatakan pihaknya bersama masyarakat sudah berulang kali mengajukan keluhan masalah listrik tersebut kepada pemkab Sanggau dan juga PLN Cabang Sanggau. Hanya saja sampai sekarang belum ada realisasi dan kejelasan kapan pemasangan akan dilakukan.<br /><br />"Hampir setiap tahun kita ajukan kepada PLN dan juga pemkab Sanggau, bahkan pada tahun 2010 yang lalu PLN kembali melakukan survey ke wilayah ini. Namun kita belum tahu kapan pemasangan jaringan akan dilakukan. Yang pasti kami sangat membutuhkan pasokan listrik mengingat hal tersebu merupakan kebutuhan dasar," ungkapnya.<br /><br />Sementara Direktur Cabang PLN Cabang Sanggau Arif Pramudya, ketika hendak dikonfirmasi Tribun terkait keluhan masyarakat Sungai Ranas melalui telepon selulernya. Tidak ada jawaban sama sekali,padahal telepon selulernya dalam kondisi aktif, pesan singkat yang dikirim juga tidak mendapat jawaban. <strong>(phs)</strong></p>