Kecewa tidak diakomodirnya calon dari Kecamatan Sungai Tebelian, warga dari 3 buah Desa datangi Sekretariat DPC Partai Gerindra Sintang. <p style="text-align: justify;">Sebanyak 30 orang yang dipimpin oleh Mulyadi (43) ini, datang dengan menggunakan 4 buah Toyota Kijang dan sejumlah sepeda motor. <br /><br />Meski saat itu Sintang dan sekitarnya tengah diguyur hujan lebat, 30 orang warga tersebut sudah memenuhi halaman kantor Gerindra sejak pukul. 09.00.<br /><br />Yang mengejutkan, dalam rombongan yang terdiri dari berbagai etnis tersebut nampak hadir Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Kecamatan Sungai Tebelian, Konsen. <br /><br />Selain sebagai Ketua DAD, Konsen adalah mantan Kepala Desa Merarai Satu yang pernah menghadap Presiden RI di Istana Negara. Kemudian hadir juga mantan Kepala Dusun Sumber Rejo Desa Merarai Dua, H. Suparto. Keduanya, adalah sesepuh yang sangat dihormati oleh warga setempat. <br /><br />Menurut Mulyadi, kehadiran warga dari Desa Merarai Satu, Desa Merarai Dua, Desa Perembang dan Desa Solam Raya ini, hanya untuk menyampaikan aspirasi warga. Selain itu bermaksud mempertanyakan, mengapa calon dari Kecamatan Sungai Tebelian untuk Partai Gerindra dicoret. <br /><br />Perlu diingat, Sungai Tebelian menduduki posisi ke 3 dalam hal jumlah pemilih, setelah Kecamatan Sintang dan Kecamatan Sepauk. Berarti, berada jauh diatas Kecamatan Kelam Permai dan Kecamatan Dedai yang bersama-sama tergabung didalam Daerah Pemilihan (Dapil) Sintang IV, tuturnya.<br /><br />Masih menurut pria asal Solam Raya ini, untuk sampaikan aspirasi ini mereka juga sempat mendatangi Kantor DPP Gerindra di Jakarta pada tanggal. 28 April 2013 lalu. Saat itu, kehadiran mereka di DPP didampingi oleh unsur pimpinan Organisasi Sayap Gerindra, Satria Kalimantan Barat, dan dapat bertemu dengan lapis ke 2 unsur pimpinan pengurus DPP.<br /><br />Sementara itu, warga masih berkerumun dihalaman kantor Sekretariat Gerindra. Karena hingga pukul. 10.45 pengurus DPC gerindra masih belum membuka kantor, diputuskan untuk membatalkan pertemuan dan warga kembali ketempat masing-masing. Mungkin karena semua yang hadir rata-rata berusia antara 40-50 tahun, selama lebih dari 1 jam berkerumun dihalaman Sekretariat Gerindra berjalan dengan tertib.<br /><br />Menanggapi ketidak hadiran para pengurus Gerindra, Konsen hanya berpendapat bahwa perilaku ini sebetulnya menyakitkan, karena mereka sudah diberitahu sebelumnya. Perilaku ini akan menjadi bahan pembicaraan dengan para Pengurus Adat di Sungai Tebelian.<br /><br />“Jika Gerindra menutup pintu untuk warga Sungai Tebelian, mungkin warga Kecamatan Sungai Tembelian juga akan menutup pintu untuk Gerindra”, ucap Konsen.<br /><br />Ditempat berbeda, seorang kader Gerindra yang sempat ditemui kalimantan-news hanya balik bertanya. Apakah 30 warga yang mendatangi Sekretariat Gerindra ini, dapat dikatakan mewakili 24 Ribu pemilih di Kecamatan Sungai Tebelian? Waktu dan perkembangan yang akan menjawab itu, ujarnya. <strong>(das/Luc)</strong></p>


















