Surati Pedagang, Atur Perjanjian Ulang

oleh

Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM bakal mengirim surat kepada pedagang yang belum menempati pasar darurat depan kantor Bupati Sintang. Perjanjian antara pedagang dan pemerintah juga akan diatur ulang jika tetap enggan menempati. <p style="text-align: justify;">"Dalam waktu dekat  dikumpulkan. Mempertanyakan   masalah pedagang belum menempati pasar darurat," kata kepala Disperindagkop dan UKM Sintang, Sudirman di pemda Kamis (14/11/2013).<br /> <br /> Menurut Sudirman, memang  sebagian pasar darurat belum ditempati. Namun secara umum sudah difungsikan. Kekosongan hanya di beberapa unit kios. Kebanyakan yang berada di depan kantor Bupati.<br /> <br /> Ia merinci pasar darurat yang dibangun sebanyak 212 unit. Pembangunannya menyesuaikan data pedagang korban kebakaran pasar Inpres.  Pasar darurat dibangun di dua lokasi, yaitu di pasar Inpres dan depan kantor Bupati.  Lalu yang masih belum ditempati sekitar 20-an kios.<br /> <br /> Untuk kios yang belum ditempati, lanjut Sudirman, pihaknya sudah memperpanjang  toleransi. Pasalnya, batas toleransi pertama pada Agustus silam. Pemilik kiosnya  sendiri sudah dibagi berdasar cabut undi. Karena itu, sangat diharapkan agar kios tidak menjadi kosong.<br /> <br /> Berdasar informasi, tambah Sudirman, penyebab sebagian kios masih kosong karena pedagang tidal melanjutkan usaha. Tetapi untuk kejelasannya, para pemilik kios tersebut  akan dikumpulkan. Pasalnya, jika memang enggan menempati, kepemilikan kios akan diganti.<br /> <br /> "Surat perjanjian akan ditinjau ulang jika memilih enggan menempati kios. Secara otomatis dituntut melepas status kepemilikan atas kios di pasar darurat. Kita juga secepatnya mencari pengganti," kata Sudirman.<br /> <br /> Karena itu, lanjut dia, langkah alternatif pemerintah untuk mengantisipasi kekosongan yakni mencari Pedagang Kaki Lima (PKL) di sekitar lokasi buat menempatinya. Sementara menempati kios di pasar darurat bakal jadi pertimbangan buat penempati di pasar Inpres yang baru.</p> <p style="text-align: justify;">Sudirman juga memastikan jika pada 2014 pasar Inpres akan mulai dibangun. Pembangunannya dengan dua tahun anggaran atau multiyears. Dan, total dana diusulkan senilai Rp 20 miliar. "Pada 2014 dana yang akan dianggarkan kurang lebih Rp 16 miliar," tutupnya (beny)</p> <p style="text-align: justify;"> </p>