Sutarmidji: Warung Kopi Pontianak Harus Taati Aturan

oleh

Wali Kota Pontianak Sutarmidji menyatakan pemilik warung kopi yang ada di kota itu harus mentaati aturan dengan tidak menggelar aktivitas dagangannya di fasilitas umum seperti di kawasan Jalan Gajah Mada. <p style="text-align: justify;">"Upaya penertiban kami terhadap sejumlah warkop yang menggelar aktivitas dagangannya hingga masuk fasum, guna mencipatakan kenyamanan dan keindahan Kota Pontianak," kata Sutarmidji di Pontianak, Rabu.<br /><br />Ia menjelaskan, fasilitas umum merupakan hak masyarakat Kota Pontianak sehingga tidak boleh digunakan untuk kepentingan tertentu, dan penertiban itu tidak hanya di kawasan Jalan Gajah Mada, Pemkot juga akan menelusuri kawasan lainnya.<br /><br />"Penertiban ini, bukan hanya gertakan saja, kami sudah mengajak pemilik usaha untuk patuh terhadap aturan yang berlaku. Malah kami telah memberikan sanksi denda terhadap pemilik ruko karena tidak menyediakan tong sampah," ungkap Sutarmidji.<br /><br />Menurut Wali Kota Pontianak, penertiban itu bukan hanya tempat usaha warko yang menggunakan fasilitas umum, tetapi tempat usaha lainnya, seperti gudang-gudang, bengkel di sepanjang Jalan Gajah Mada yang melanggar aturan.<br /><br />"Pemilik usaha boleh saja melakukan aktivitasnya, tetapi jangan sampai aktivitasnya masuk fasilitas umum dan menyebabkan kemacetan di sepanjang jalan itu," ujarnya.<br /><br />Sutarmidji kembali mengingatkan, kepada para pemilik usaha untuk menyediakan tempat parkir, agar aktivitas mereka tidak sampai mengganggu arus lalu lintas.<br /><br />Sebelumnya, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kota Pontianak Hariadi mengancam akan menertibkan sejumlah warung kopi di sepanjang Jalan Gajah Mada atau kawasan pecinaan kota itu yang menggunakan fasilitas umum sebagai tempat usaha mereka.<br /><br />"Sudah dua pekan kami melakukan sosialisasi, bahkan menyita kartu tanda penduduk pemilik warung kopi tersebut agar tidak menggelar aktivitas dagangannya hingga masuk fasilitas umum," katanya.<br /><br />Menurut Hariadi, akibat masih banyaknya pemilik warkop yang menggelar aktivitasnya hingga masuk ke fasum, sehingga menyebabkan kemacetan di sepanjang Jalan Gajah Mada tersebut.<br /><br />Kasat Pol PP menambahkan, dua pemilik warkop yang paling menonjol dalam menggelar aktivitasnya hingga masuk fasum, yakni warkop Winny dan Corner sehingga menyebabkan kemacetan yang cukup panjang di ruas Jalan Gajah Mada itu. <strong>(das/ant)</strong></p>