Swedia Minat Bantu Penanganan Sampah Di Pontianak

oleh

Deputi Kepala Misi Kedutaan Swedia di Indonesia, Daniel Johansson mengatakan sangat tertarik untuk membantu penanganan masalah sampah di kota Pontianak, terlebih Pemkot Pontianak selama ini sangat komitmen untuk mengatasi permasalahan tersebut. <p style="text-align: justify;">"Seperti yang anda ketahui bahwa antara pemerintah kota Boras (Swedia) dan Pemkot Pontianak (Indonesia) sudah sepakat untuk menjalankan program Clean and Green Equator sebagai upaya penanganan sampah yang ada di kota Pontianak. Setelah melakukan penjajakan secara langsung tentang pengolaan sampah di Pontianak, ke depan bisa saja kita melanjutkan kerjasama ini tentang bagaimana pengelolaan sampah agar bisa lebih bermanfaat," kata Daniel di Pontianak, Selasa.<br /><br />Ia menyatakan, sebelumnya pihaknya tidak terlalu aktif berhubungan dengan Kalbar, apalagi kota Pontianak. Namun, berdasarkan informasi yang disampaikan oleh beberapa kenalannya di kedutaan, tentang pengelolaan sampah di kota Pontianak, pihaknya mencoba untuk menjajaki peluang kerjasama.<br /><br />Bahkan, Swedia berminat kerjasama dengan Universitas Tanjung Pura, baik tentang pengelolaan sampah dan air maupun tentang masalah lainnya.<br /><br />"Salah satu peluang kerjasama yang akan kita lakukan dalam waktu dekat adalah kerjasama antara dua universitas yang ada di Buras dengan Untan di Pontianak. Dimana programnya adalah Student Exchange Finest Swedsih and Indonesian Side.<br /><br />"Dulunya kerajsama seperti ini sudah pernah dilakukan, namun beberapa tahun terakhir, kami tidak punya lagi hubungan bilateral dengan Indonesia untuk meneruskannya," tuturnya.<br /><br />Namun, lanjut Daniel, setelah melihat antusias pemkot Pontianak, pihaknya juga menjadi semakin tertarik untuk melakukan kerjasama dalam penanganan masalah sampah.<br /><br />"Di negara kami, hanya 2 persen sampah yang dilakukan daur ulang. Selebihnya kami manfaatkan untuk energi pembangkit listrik. Hal itu yang mengakibatkan kami harus mengimpor sampah dari luar, dan mungkin saja peluang kerjasama ini bisa kita lakukan di Pontianak," katanya.<br /><br />Ditempat yang sama, wakil duta besar Swedia untuk Indonesia, John Anderson mengatakan permasalahan sampah sebernarnya menjadi masalah utama di seluruh dunia. Namun, dengan merubah pola pikir masyarakat tentang sampah dan dengan pemanfaatan teknologi tepat guna, maka sampah bukan lagi menjadi masalah, justru bisa mendatangkan manfaat bagi masyarakat banyak.<br /><br />"Namun, untuk mengubah pola pikir masyarakat itu memang bukan hal yang mudah. Diperlukan pendekatan yang baik dan waktu yang memang tidak sedikit," katanya.<strong> (das/ant)</strong></p>