Syamsudin Noor Segera Dibangun Seperti Bandara Makkasar

oleh

Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin, Kalimantan Selatan segera dibangun seperti Bandara Sultan Hasanuddin Makassar. <p style="text-align: justify;">Saat ini seluruh persyaratan mulai dari Amdal, rencana induk, studi kelayakan hingga pembebasan lahan sedang dalam proses pengerjaan dan diharapkan akan selesai hingga akhir 2011, kata Kepala Perencanaan PT Angkasa Pura I Ramdhan Pradana di Banjarmasin, Rabu.<br /><br />"Dengan demikian pada awal 2012 kita harapkan sudah mulai ada pembangunan fisik tahap pertama," katanya.<br /><br />Menurut dia, dari total luas lahan bandara sekitar 60 ribu hektare pada tahap pertama akan dibangun sekitar 20 – 30 hektare antara lain pembangunan sisi udara (air side) berupa ‘taxi way’ dan apron.<br /><br />"Melihat dari yang sudah-sudah pembangunan bandara Syamsudin Noor diperkirakan akan mencapai Rp1 triliun," katanya.<br /><br />Wakil Gubernur Kalsel Rudy Resnawan mengatakan, pihaknya sangat mendukung rencana pembangunan Bandara Syamsudin Noor baik dari segi pendanaan maupun penyelesaian berbagai persoalan yang terjadi dalam proses pembangunan bandara.<br /><br />Bahkan, kata dia, berbagai infrastruktur pendukung seperti jalan menuju bandara mulai dari kilometer 17 menuju bandara juga sudah mulai dibangun.<br /><br />"Kita ingin komunikasi antara pihak PT Angkasa Pura I dan Pemprov Kalsel dan Kota Banjarbaru terus terbangun, sehingga perlu dibentuk tim yang anggotanya dari masing-masing instansi terkait dan PT AP," katanya.<br /><br />Dengan adanya tim, kata dia, maka "kebuntuan" informasi tentang proses pembangunan bandara bisa diatasi, sehingga kesulitan yang dihadapi PT AP I juga bisa segera dicarikan solusi bersama.<br /><br />Kabid Udara Dishub Pemprov Kalsel Ismail Iskandar mengatakan, dari total lahan bandara yang akan dikembangkan seluas 102,28 hektare tersebut, terdiri atas sisi darat seluas 43,21 hektare dan sisi udara 60,07 hektare.<br /><br />Rencananya, untuk sisi darat akan dibangun dengan biaya PT Angkasa Pura dan sisi udara oleh Pemerintah Provinsi Kalsel maupun pemerintah kota Banjarbaru baik melalui dana APBD maupun APBN.<br /><br />"Bagaimana pola dan bagaimana kontribusi untuk daerah, sedang dalam proses pembincaraan, yang terpenting Syamsudin Noor segera bisa dibenahi," katanya.<br /><br />Dari rencana induk yang sedang dalam proses finalisasi, bandara yang kini pelayanannya berada di posisi ke 40 dari 40 bandara di Indonesia tersebut, akan dibangun dengan kekuatan hingga 2035.<strong> (phs/ant)</strong></p>